LANGIT7.ID, Jakarta - Bagi kita sebagai muslim, sejak kecil tentu diajarkan nama-nama 25 nabi dan rasul, baik melalui guru ngaji atau orang tua di rumah. Selain nama nabi, mukjizat para nabi dan rasul juga disampaikan dan menjadi tambahan ilmu pengetahuan.
Mukjizat merupakan anugerah yang Allah berikan kepada para nabi dan rasul-Nya untuk menguatkan argumentasi mereka dalam menyampaikan dakwah ke tengah-tengah masyarakat. Karena itu, mukjizat identik dengan kejadian luar biasa di luar nalar manusia dan hanya khusus diberikan kepada nabi dan rasul.
Baca Juga: Mendidik Generasi Alfa untuk Hidup di ZamannyaSecara keilmuan, khususnya ilmu tauhid, mukjizat akan lebih luas dan dalam jika digali, setidaknya kita mengetahui apa itu mukjizat, unsur-unsur, dan jenis-jenisnya. Berikut penjelasan ringkas tentang mukjizat.
Kata mukjizat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai “kejadian ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia”. Sedangkan secara etimologi berasal dari kata أعجز yang artinya “melemahkan atau menjadikan tidak mampu”.
Pelaku yang dinamai معجز . Bila kemampuan melemahkannya amat menonjol hingga mampu membungkam lawan, maka dinamai معجزة. Ta marbutah merupakan ciri dari shigat mubalagah atau superlatif.
Mukjizat menurut para pakar Islam didefinisikan sebagai “suatu hal atau peristiwa luar biasa yang terjadi pada seorang Nabi, sebagai bukti kenabiannya yang ditantang kepada yang ragu, untuk melakukan atau mendatangkan hal yang serupa, namun mereka tidak mampu melayani tantangan tersebut”.
Unsur-Unsur MukjizatBerdasarkan definisi yang telah diungkapkan para ulama, ada empat unsur dasar yang menyertai mukjizat:1. Hal atau peristiwa yang luar biasa
2. Terjadi pada seorang Nabi
3. Mengandung tatangan terhadap yang meragukan kenabian
4. Tantangan tersebut gagal dilayani.
Macam-macam MukjizatSecara garis besar mukjizat terbagi dua yaitu, pertama mukjizat Inderawi material. Semua mukjizat nabi-nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad Saw termasuk kategori mukjizat ini. Karena keluarbiasaaannya dapat disaksikan langsung lewat indera oleh masyarakat waktu itu yang menjadi objek dakwah.
Mukjizat yang kedua yaitu mukjizat immaterial dan abadi. Mukjizat terbesar ini hanya turun kepada Nabi Muhammad Saw yaitu al-Quran, sifatnya bukan inderawi atau material tapi dapat dipahami oleh akal. Karena sifatnya demikian, maka mukjizat ini abadi, dapat dijangkau oleh akal manusia dimanapun dan kapanpun.
Baca Juga: PLN Hadirkan Listrik 24 Jam untuk 24 Desa di Kaltim dan KaltaraPerbedaan ini disebabkan dua hal pokok. Pertama, Para Nabi sebelum Nabi Muhammad ditugaskan untuk masyarakat dan masa tertentu. Berbeda dengan Nabi Muhammad yang diutus untuk semua umat dan sepanjang masa hingga kiamat. Kedua, manusia mengalami perkembangan pemikiran dari masa ke masa.
Kemukjizatan biasanya disesuaikan dengan keadaan kaum yang dihadapi. Di antara kemukjizatan Nabi Ibrahim dilemparkan dalam api yang menyala di depan berhala tapi dengan izin Allah Ibrahim AS selamat.
Masyarakat nabi Ibrahim sangat mendewakan berhala sehingga kemukjizatannya sebagai pembuktian bahwa berhala tidak memberikan manfaat maupun madharat sedikitpun. Begitu juga dengan mukjizat Nabi Musa.
Pada zaman Firaun, sihir merupakan suatu kemampuan yang sangat dihargai, sehingga mukjzat Nabi Musa berkaitan dengan sihir, yaitu mengubah tongkat menjadi ular besar. Maka berimanlah para tukang sihir Firaun, karena mereka tahu bahwa hal tersebut tidak mungkin dilakukan kecuali dengan izin dari Zat Yang Maha Kuasa.
Lain halnya dengan masyarakat Nabi Isa. Mereka mendewakan ilmu pengobatan. Maka Allah memberi mukjizat pada Nabi Isa berupa kemampuan menyembuhkan orang yang sakit. Bahkan, kemampuan yang mustahil dilakukan ilmu kedokteran, yaitu menghidupkan orang mati. Nabi Muhammad saw. menghadapi masyarakat yang mengangungkan sastra. Maka salah satu kemukjizatan Al-Quran adalah sastranya yang tidak dapat ditandingi oleh kemampuan manusia, yaitu sastra dalam bahasa Arab.
Baca Juga:
Menikmati Sensasi Berkuda di 3D Stable Palembang
Muhammadiyah Minta Umat Islam Sikapi Proporsional Kemenangan Taliban(asf)