LANGIT7.ID, Jakarta - Ramadhan 1444 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 23 Maret 2023. Ramadhan merupakan bulan yang istimewa. Rasulullah SAW selalu menyiapkan diri dengan ibadah-ibadah puasa sunnah jauh sebelum Ramadhan tiba.
Mengutip laman About Islam, Nabi Muhammad SAW menjelang Ramadhan kerap berpuasa selama bulan Sya’ban, bulan sebelum Ramadhan dalam kalender Islam. Beliau juga mencontohkan puasa Senin-Kamis sebagai salah satu latihan puasa Ramadhan.
Mengutip laman resmi Baznaz, Ahad (11/12/2022), ada empat hal yang bisa dilakukan umat Islam untuk menyambut bulan suci Ramadhan:
1. Perkuat Iman dan TakwaDari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari-Muslim).
Baca Juga: 7 Gaya Hidup Sederhana dan Rendah Hati Rasulullah SAWIman adalah perkara paling dasar yang harus dimiliki orang Islam. Itu karena adalah kepercayaan. Dengan beriman kepada Allah Ta’ala, seseorang bisa selamat dunia dan akhirat dan mendapatkan Kebahagiaan hakiki di surga kelak.
Persiapan iman dan takwa ini berupa pengendalian diri, menjaga hati agar ikhlas, bersih dari penyakit hati seperti iri, dengki, ria, dendam, dan juga permusuhan. Persiapan iman itu juga dengan melakukan silaturahmi, baik secara langsung maupun dengan alat komunikasi dan saling memaafkan sebelum Ramadhan tiba.
2. Memerdalam Ilmu AgamaRamadhan akan lebih maksimal jika disertai ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bulan suci tersebut. Itu bisa menjadi bekal kuat untuk menjalankan kewajiban puasa selama satu bulan penuh.
Maka itu, persiapan ilmu sangat dibutuhkan terutama ilmu-ilmu tentang amalan di bulan Ramadhan seperti hikmah puasa Ramadhan, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, I’tikaf di masjid, dan zakat fitrah.
Dengan mengetahui ilmu-olmu yang berkaitan dengan Ramadhan, maka seseorang bisa lebih siap dalam melaksanakan amalan-amalan bulan suci Ramadhan.
Rasulullah SAW bersada:
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barang siapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR Muslim no. 1718).
Memahami tata cara ibadah yang benar akan membawa seseorang untuk meraih pahala. Sebab, jika suatu aktivitas tidak ditunjang dengan pengetahuan yang baik, maka bisa saja tidak mendapat hasil yang baik.
Maka itu, perlu persiapan ilmu seperti ilmu fikih, mempelajari sunnah Nabi Muhammad SAW, mengikuti majelis ilmu, dan ibadah lain terkait Ramadhan.
3. Persiapkan Kesehatan Fisik dan JasmaniMenghadapi perubahan pola makan, tentu perlu persiapan fisik dan jasmani sedemikian rupa. Apalagi, mengingat hukum ibadah puasa Ramadhan adalah wajib, kecuali orang-orang dengan kondisi tertentu.
Perlu pula persiapan fisik dan jasmani seperti berolahraga teratur, banyak minum air putih, dan makan vitamin. Perlu pula menjaga kebersihan agar terhindar dari penyakit-penyakit yang mengharuskan batal puasa.
4. Men-Qhada Puasa Tahun laluIni merupakan poin penting. Sebelum memasuki awal puasa Ramadhan, pastikan semua puasa yang batal pada Ramadhan tahun lalu sudah diganti. Ini wajib hukumnya, kecuali bagi orang lanjut usia bisa mengganti puasa dengan membayar fidyah.
Terdapat beberapa golongan yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadhan. Di antaranya orang yang sakit, musafir, dan wanita yang haid dan nifas.
Golongan itu harus membayarkan puasa Ramadhan yang mereka tinggalkan. Hal itu termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 185. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ
“Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajib baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari-hari yang lain.” (QS Al-Baqarah: 185).
Baca Juga: Imam Shamsi Ali: Islam Mendorong Umatnya Punya Daya Saing Global(zhd)