LANGIT7.ID - Umat Islam disyariatkan untuk
mendoakan sesama muslim. Termasuk di dalamnya mendoakan para
pemimpin agar adil dan amanah dalam mengemban jabatannya.
“Terkait mendoakan kaum muslim secara umum itu disyariatkan, dan para pemimpin mereka adalah orang yang paling butuh untuk didoakan. Karena dengan petunjuk kepada mereka, maka rakyat dan urusannya dapat lurus,” kata Ketua Markaz Takwinil Ulama Mauritania, Syaikh Muhammad Al-Hasan Walad Ad-Dadau Asy-Syinqithi, di kanal محبي الشيخ الددو فوائد, Senin (13/12/2022).
Imam Ahmad bin Hanbal rahmatullah 'alaih mengatakan:
لَوْ كَانَ لَنَا دَعْوَةٌ مُجَابَةٌ لَدَعَوْنَا بِهَا لِلسُّلْطَانِ
Artinya, “Jika kami memiliki sebuah doa yang mustajab, maka pasti akan kami gunakan untuk mendoakan kebaikan bagi penguasa.” (Dinukil Ibnu Taimiyah dalam
As-Siyasah Asy-Syar'iyyah).
Baca Juga: Ini Hisab Terberat Para Pemimpin di Akhirat Kelak
Di antara lafadz doa secara umum yang bisa digunakan untuk mendoakan para pemimpin adalah seperti dituliskan An-Nawawi dalam kitab
At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran:
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَدْلِ فِي رِعَايَاهُمْ وَالْاِحْسَانِ إِلَيْهِمْ وَالشَّفَقَةِ عَلَيْهِمْ وَالرِّفْقِ بِهِمْ وَالْإِعْتِنَاءِ بِمَصَالِحِهِمْ وَحَبِّبْهُمْ إِلَى الرَّعِيَّةِ وَحَبِّبِ الرَّعِيَّةِ إِلَيْهِمْ وَوَفِّقْهُمْ لِصِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَالْعَمَلِ بِوَظَائِفِ دِيْنِكَ الْقَوِيْمِ
Ya Allah, perbaikilah para pemimpin muslimin dan jadikanlah mereka berlaku adil terhadap rakyat mereka, berbuat baik kepada mereka, menunjukkan kasih sayang dan bersikap lemah-lembut kepada mereka serta memperhatikan kemaslahatan mereka. Jadikanlah mereka mencintai rakyat dan mereka dicintai rakyat. Jadikanlah mereka menempuh jalanMu dan mengamalkan tugas-tugas agamaMu yang lurus”.
Hukum Menyebut Nama Pemimpin dalam DoaKendati mendoakan pemimpin disyariatkan, namun mendoakan pemimpin dengan menyanjung dan menyebut-nyebut nama mereka di atas mimbar khutbah tergolong Bid'ah. Atha' bin Abi Rabah, seorang ulama salaf, pernah ditanya akan hal itu. Dia mengatakan:
إنما أُحدث، وإنما كانت الخطبة تذكيراً
"Itu adalah perbuatan yang diada-adakan (bid'ah), dikarenakan khutbah ialah sebagai pengingat kepada Allah". (Diriwayatkan Al-Baihaqi dalam
As-Sunan Al-Kubra dan isnadnya dishahihkan An-Nawawi dalam Al-Majmu').
“Akan tetapi, mendoakan pemimpin dengan mengangkat suara menyebut namanya di atas mimbar-mimbar, maka itu bid’ah,” ujar Syaikh Al-Hasan.
Baca Juga: Umar bin Abdul Aziz dan Sepotong Pakaian
Maka itu, kata Syaikh Al-Hasan, umat Islam hanya diminta mendoakan pemimpin secara umum. Doa bisa diucapkan secara lirih saat sujud, ataupun dalam doa qunut. Hal itu dianjurkan sebagai bentuk kepedulian antarsesama muslim.
“Berdoa secara umum bagi kebaikan para pemerintah dan agar mereka diberikan petunjuk, maka ini diperintahkan. Bahkan, itu diperintahkan bila dilakukan secara lirih di dalam sujud atau dengan mengangkat suara di dalam qunut, itu tidak mengapa,” ungkap Syaikh Al-Hasan.
(jqf)