LANGIT7.ID - , Jakarta - Pembina Cinta Quran Foundation Ustaz Fatih Karim mengatakan
bahagia itu sederhana dan hanya ada pada
orang yang beriman.
"Orang yang yakin Allah bersamanya, yakin Allah melihat amalnya, dan yakin Allah mengijabah doa-doanya. Nah, di sanalah ada kebahagiaan. Jadi orang yang berimanlah dasarnya mereka mendapatkan kebahagiaan
fiddunya wal akhirah," ujar Ustaz Fatih dalam kajian bertajuk Bahagia Itu Sederhana, Selasa (13/12/2022).
Baca juga: KH Uus Ruhiyat: Kekhusyukan Salat Datangkan KebahagiaanMenurut Ustaz Fatih, golongan ini akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat karena keimanannya pada Allah SWT. Dia pun menceritakan kisah seorang wanita di zaman Nabi yang tetap bahagia meski mengalami siksaan.
"Sumayyah binti Khayyat disiksa oleh Abu Jahal dan Abu Lahab, hanya karena diminta keluar dari agama Islam. Abu Jahal dan Abu Lahab mengatakan 'Sumayyah katakan
Latta, Manat, Hubal'. Kemudian Sumayyah berkata
"Laa Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah". Wanita mukmin itu bahagia. Jadi dia tidak ada takutnya karena bahagia itu lawannya takut," katanya.
Kemudian saat tangan Sumayyah dipaku dan disalib dan mulutnya diancam akan dimasukkan besi yang panas. Dari mulut tembus ke dalam perutnya. Tetapi Sumayyah mengatakan
"Laa Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah" maka besi panas itu masuk ke mulutnya dan keluar ke duburnya.
Baca juga: Tausiah Ahad Pagi: Rasa Takut yang Mendatangkan Kebahagiaan"Ketika Nabi Saw mengunjunginya, Rasulullah berkata 'Bersabarlah keluarga Yasir. Sesungguhnya balasan kalian adalah Surga.' Kemudian, Sumayyah berkata, 'Tenang ya Rasulullah, aku tidak apa-apa. Engkau tidak usah khawatir tentangku, aku sudah melihat surga itu seperti aku melihatmu hari ini',"
Melalui kisah ini, Ustaz Fatih mengatakan konsep bahagia umat Islam berbeda dengan konsep barat yang mengidentikkan kebahagiaan dengan terpenuhinya kebutuhan fisik.
"Lihat bagaimana kemudian orang berpuasa, tidak makan, minum dan kurang tidur. Tetapi mereka menunggu-nunggu Ramadan, padahalkan lapar. Apakah lapar itu bahagia? Ya, bagi orang yang beriman. Karena puasanya akan mempertemukan dia dengan Allah. Makanya kenapa orang buka puasa itu menjadi bahagia meski hanya pakai cireng dan teh manis," tutur lulusan Universitas Padjadjaran ini.
"Jadi bahagia itu adalah keimanan. Dari iman inilah nanti akan muncul syukur, sabar, ikhlas, tawakal, tawadu, dan dari iman dia akan merasakan manisnya berbagi atau sedekah," cetusnya.
Baca juga: Ingin Dapat Kebahagiaan? Yuk Pahami Isi Al-Qur'an(est)