LANGIT7.ID - , Jakarta - Saat merasa tidak nyaman merespons saat ada panggilan masuk ke ponsel, hati-hati bisa jadi Anda mengalami
phone axiety. Merujuk dari Better Up, Selasa (13/12/2022), phone anxiety dikenal juga dengan telepon atau
kecemasan berbicara melalui telepon.
Menurut survei tahun 2019 di Inggris, hampir 80 persen
generasi milenial merasa cemas saat telepon berdering. Sementara generasi
baby boomer hanya 0 persen saja.
Akibatnya, lebih dari 60 persen generasi milenial melewatkan panggilan atau menghindari berbicara di telepon.
Baca juga: Dzikir dengan Keyakinan, Atasi Kecemasan dengan Cara IslamStudi lain menemukan, orang yang cemas menjawab panggilan telepon lebih suka berkirim pesan teks. Melalui teks, mereka merasa lebih nyaman dan ekspresif.
Menurut mereka, mengirim SMS atau mengirim email mempermudah beberapa hal karena Anda yang memegang kendali. Anda pun dapat merencanakan apa yang ingin dikatakan dan menghapus pesan sebelum mengirimkannya.
Phone anxiety bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perasaan minder dengan suara atau tidak nyaman karena tidak bisa membaca bahasa tubuh orang lain.
Adapun gejala phone anxiety terbagi dua yakni secara emosional dan fisik. Gejala emosional meliputi menghindari menelepon atau membuat orang lain yang menelepon, menunda menjawab panggilan, terobsesi dengan apa yang akan dikatakan sebelum menjawab panggilan, serta khawatir akan mempermalukan diri sendiri.
Sementara, gejala fisik di antaranya detak jantung meningkat dan sesak nafas, mual, gemetar, serta sulit berkonsentrasi.
Baca juga: 3 Tips Cara Atasi Serangan Panik akibat Kecemasan BerlebihCara mengatasi phone anxiety
Ada beberapa cara untuk membantu penderita phone anxiety, yaitu:
1. Mengangkat telepon
Atasi rasa takut Anda dengan melawan rasa takut itu sendiri. Anda tidak akan dapat mengatasi rasa takut jika tidak mengangkat telepon sebagai jalan terapi. Semakin sering Anda mencoba menjawab panggilan telepon, maka perasaan pun akan terasa nyaman.
2. Tersenyum
Tersenyum dapat membuat seseorang merasa nyaman dan lebih bahagia. Anda dapat berpura-pura bertatap muka langsung dengan orang yang ada di ujung telepon. Gunakan ekspresi wajah dan tubuh Anda sendiri. Cara ini efektif daripada harus berdiri kaku dan menjaga wajah tetap lurus tanpa ekspresi.
3. Jangan terlalu memikirkannya
Orang yang cemas cenderung terlalu banyak berpikir. Meski mempersiapkan bahan pembicaraan bagus, namun bukan berarti Anda terlalu keras berpikir. Sebab, sebuah percakapan selalu berpotensi membelok ke arah yang berbeda.
Baca juga: 4 Transisi Kecil Ini Sering Hadirkan Kecemasan pada DiriSebaiknya, bersikaplah terbuka dan ingin tahu. Ikuti arus dan simpan catatan di dekat Anda.
4. Biarkan masuk ke pesan suara
Ingat, Anda tidak selalu harus menjawab telepon. Anda bisa menyiapkan pesan suara untuk panggilan yang masuk. Sebab, kemungkinan besar mereka akan menelepon kembali nantinya.
(est)