Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Stagflasi 2023 Hantui Perekonomian Global, Ancam Sektor Riil

mahmuda attar hussein Selasa, 20 Desember 2022 - 15:00 WIB
Stagflasi 2023 Hantui Perekonomian Global, Ancam Sektor Riil
Stagflasi 2023 Hantui Perekonomian Global. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Stagflasi disebut bakal menghantui perekonomian global di tahun 2023. Kondisi itu akan berdampak pada berbagai kegiatan usaha di sektor riil atau keuangan.

Dosen IPB, Eisha M Rachbini mengatakan, stagflasi yang mengancam perekonomian global itu disebabkan oleh konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Apalagi konflik tersebut pecah setelah dunia baru saja memasuki masa recovery dari pandemi Covid-19.

"Stagflasi tidak hanya perlambatan ekonomi, tapi juga inflasi global hingga 8,8 persen seperti yang diproyeksikan IMF (Dana Moneter Internasional)," kata Eisha dalam Diskusi Publik: Evaluasi Akhir Tahun Bidang Ekonomi dan Keuangan Negara yang diikuti Langit7, Selasa, (20/12/2022).

Konflik geopolitik itu, lanjut dia, menyebabkan harga pangan dan energi semakin meroket, sehingga mengharuskan pertumbuhan ekonomi global harus direvisi beberapa kali, termasuk di Indonesia.

Baca Juga: Digitalisasi Ekonomi Tumbuh Cepat tapi Belum Akselerasi UMKM

Outlook IMF mengungkapkan bahwa perekonomian global pada tahun 2021 tumbuh 6 persen. Selanjutnya, mengalami perlambatan pertumbuhan menjadi 3,2 persen di tahun 2022 dan diprediksi akan menjadi 2,7 persen di tahun 2023.

"Angka itu menunjukkan adanya tren penurunan pertumbuhan ekonomi global pada 2022 dan semakin melambat seiring waktu. Ini akibat ketidakpastian global yang tinggi dan berdampak pada ekonomi, terutama harga komoditas pangan dan energi yang melambung tinggi," katanya.

Selanjutnya, konflik geopolitik itu juga menyebabkan inflasi yang terus meningkat mulai dari 2022 hingga 2023. Sehingga Indonesia diprediksi hanya mampu meraih 4,6 persen untuk pertumbuhan ekonomi.

Dampak Inflasi

Adapun inflasi ini akan berdampak dan memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat. Dengan penghasilan masyarakat yang tetap, ditambah kenaikan harga-harga barang, maka daya beli terkait produk barang dan jasa akan semakin sedikit.

"Ketidakpastian global ini juga turut berdampak pada sektor riil dan lapangan pekerjaan. Apalagi dampak pandemi juga berkorelasi pada angka pengangguran di Indonesia yang cukup tinggi," ungkapnya.

Secara keseluruhan, lanjut dia, inflasi dan kondisi global, terutama konflik geopolitik Rusia dan Ukraina turut dirasakan Indonesia. Sehingga ada tendensi kebijakan moneter yang ketat dan akan berdampak pada sektor riil.

"Secara global, jika tendensi kebijakan moneter ketat maka akan ada perlambatan ekonomi. Kenaikan suku bunga oleh Amerika Serikat juga mempengaruhi nilai tukar rupiah dan sektor riil di Tanah Air," jelasnya.

Sehingga tercipta beban besar terhadap harga impor akibat nilai tukar yang terdepresiasi. Untuk itu, Indonesia memerlukan penguatan dari sisi fiskal.

Kepala Center of Digital Economy and SMEs Indef itu menambahkan, tantangan perekonomian global itu juga menjadi tekanan tersendiri bagi perekonomian domestik.

"Saya rasa saat ini kita perlu mengevaluasi perekonomian domestik. Paling tidak untuk mengejar target agar Indonesia menjadi negara maju pada 2045 diperlukan pertumbuhan perekonomian di atas 5,5 persen," tambahnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)