LANGIT7.ID, Paris - Mosquée Es-Sounna merupakan salah satu masjid terbesar yang jadi pusat dakwah di wilayah tengah
Prancis. Karyawan BUMN yang tengah tugas dinas di Prancis, Moch Nurul Huda, sempat berkunjung dan salat berjamaah di masjid tersebut.
Masjid Es-Suonna terletak di daerah Bourges, salah satu kota di wilayah tengah Prancis. Masjid yang dibangun pada akhir 1990-an itu berwarna krem dengan tambahan warna coklat di bagian pagar. Masjid tersebut berbentuk persegi panjang dan dilengkapi satu menara.
“Untuk gambaran Masjid Es-Sounna, bangunan luar seperti bangunan perumahan khas Prancis. Bentuk kotak kubus, kayak rumah tapi ada penanda simbol bulan bintang di tower kecil,” ujar Huda kepada
Langit7.id, Selasa (20/12/2022).
Baca Juga: Masjid Agung Paris: Simbol Islam di Prancis, Ramah pada Nonmuslim
Menurut Huda, wisatawan muslim bisa dengan mudah menemukan masjid itu karena transportasi umum di Bourges sudah terintegrasi satu sama lain dan digratiskan pada Sabtu-Ahad.
![Berkunjung ke Mosquee Es-Sounna, Masjid Swadaya untuk Dakwah di Prancis Tengah]()
“Yang sangat kita senang di sini ketika mencari suatu tempat, interkoneksi antar angkutan umum sangat bagus. Jadi untuk pergi ke Masjid Es Sounna dari tempat tinggal kita hanya butuh 19 menit dari titik ke berangkat hotel. Itu kita menggunakan angkutan umum Bis A, dan gratis Sabtu-Ahad,” kata Huda.
Huda berkunjung ke masjid tersebut saat udara di Prancis hampir menyentuh nol derajat. Selain menjadi obat rindu terhadap tempat ibadah umat Islam, Masjid Es-Sounna juga menjadi tempat berlindung dari hawa dingin.
Huda bersama empat kawannya tiba di masjid itu sekira satu jam sebelum memasuki waktu Dzuhur. Dia sempat duduk santai di teras masjid. Tidak lama kemudian, dia dihampiri seorang pengurus Masjid Es-Sounna bernama Sahid, seorang pemuda asal Maroko.
Baca Juga: Muhammad bin Chakroun, Penerjemah Quran dan Tafsir Pertama ke Bahasa Prancis
Sahid sangat ramah terhadap wisatawan yang berkunjung ke masjid tersebut. Apalagi jika tahu jika wisatawan tersebut adalah seorang muslim. Ada banyak obrolan yang tercipta, mulai dari kehidupan muslim di Maroko hingga Indonesia.
Masjid Es-Sounna juga tidak hanya diperuntukkan salat lima waktu saja. Ada banyak kegiatan di masjid ini. Di antaranya kegiatan belajar-mengajar ilmu agama. Di Indonesia lebih dikenal dengan istilah Majelis Taklim.
“Kami empat orang langsung masuk ke situ dan duduk-duduk, pada saat itu di dalam ada agenda seperti taklim mingguan, diisi ibu-ibu, santrinya anak-anak untuk belajar tahsin dan makharijul huruf,” kata Huda.
Masjid itu berdiri atas inisiatif masyarakat muslim setempat. Mereka ingin ingin ada pusat dakwah untuk ibadah dan pembelajaran ilmu agama. Tak heran jika masjid ini menyediakan kelas khusus untuk anak-anak muslim hingga orang tua.
Baca Juga: Rapper Wanita Asal Prancis Jemput Hidayah Allah dengan Cara Ini
“Untuk kegiatan lain seperti taklim untuk anak-anak dan taklim untuk orang tua. Kebanyakan agendanya untuk belajar tahfidz, tahsin, dan tajwid,” ujar Huda.
Tempat wudhu di masjid ini juga memiliki khas tersendiri. Tempat wudhu dilengkapi dengan tempat duduk dan posisi kran ada di bawah. Itu berbeda dengan tempat wudhu di Indonesia yang mayoritas ada di atas atau sejajar dengan dada laki-laki dewasa.
Ruangan utama untuk shalat sudah dilengkapi dengan karpet. Itu bisa menghalau dingin saat musim dingin tiba. Itu juga bisa menciptakan kenyamanan jamaah yang hendak menunaikan shalat berjamaah atau sekadar istirahat di dalam masjid.
![Berkunjung ke Mosquee Es-Sounna, Masjid Swadaya untuk Dakwah di Prancis Tengah]()
“Ada fasilitas air hangat. Mayoritas interior masjid juga berkarpet, jadi tidak lantai langsung. Ada satu ruang DKM, toilet, tempat wudhu, dan satu ruang utama yang besar,” ujar Huda.
Baca Juga: Marine El Himer, Model Cantik Asal Prancis Ucap Kalimat Syahadat
Di sekitar masjid ada perumahan dan sekolah. Ada pula sebuah pasar yang menjadi pusat perbelanjaan masyarakat sekitar. Masyarakat muslim yang tinggal di daerah sekitar masjid juga memanfaatkan pasar itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Pesan kesan pencarian masjid, khusus Masjid Es-Sounna kita suka akses ke sananya. Jadi, dari hotel tinggal jalan sedikit, nemu angkutan umum satu jalan ke arah masjid,” ujar Huda.
(jqf)