LANGIT7.ID, Paris - Masjid di luar negeri biasanya dipadati oleh jemaah dari beragam bangsa. Namun berbeda dengan masjid yang terletak di dalam Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di
Paris. Nuansa di Masjid itu membuat jemaah serasa berada di Indonesia walau letaknya berada di jantung
Prancis.
Masjid KBRI Paris terletak tak jauh dari ikon Prancis, Menara Eiffel, tepatnya di Kompleks kedutaan di 47-49
rue Cortambert, di
arrondissement ke-16 Paris, Ibu Kota Prancis.
“KBRI ada di tengah-tengah kota Paris,” kata Karyawan BUMN yang tengah tugas dinas di Prancis, Moch Nurul Huda, kepada
Langit7, Jumat (23/12/2022).
Huda berkunjung ke Masjid KBRI Paris pada awal Desember lalu. Dia bersama tim berkesempatan menunaikan ibadah salat Jumat di masjid tersebut. Meski tak semeriah jumatan di Indonesia, namun suasana ibadah bisa mengobati rindu bagi umat Islam. Apalagi, komunitas muslim tergolong minoritas di Prancis.
Baca Juga: Berkunjung ke Mosquee Es-Sounna, Masjid Swadaya untuk Dakwah di Prancis Tengah
Huda menuturkan, akses ke Masjid KBRI Paris ini sangat mudah. Ada banyak transportasi umum yang siap mengantar ke tempat tujuan. Ada
Reseau Express Regional (RER) dan Metro Paris yang bisa menjadi pilihan.
“Kami berangkat jam 10.00 dari apartemen, kemudian kami menggunakan angkutan umum sekitar 55 menit perjalanan, sampai KBRI Paris pas jam 11.00 kurang sedikit. Padahal duhur sekitar 12.00. Jadi kami sengaja berangkat lebih awal khawatir ada apa-apa, ternyata memang kecenderungan Jumat itu kan jam kerja, tapi Alhamdulillah sepi,” kata Huda.
Suasana Jumat di dalam masjid mirip dengan di Indonesia. Hanya saja, tidak ada jemaah yang meluber sampai ke jalan-jalan. Jemaah umumnya diisi oleh mahasiswa asal Indonesia ataupun karyawan KBRI yang beragama Islam.
![Berkunjung ke Masjid KBRI Paris, Merasakan Kehangatan Indonesia di Jantung Prancis]()
“Pada kesempatan ini, kami juga bertemu dengan bapak Dubes (Mohamad Oemar). Beliau juga ikut jumatan di sana, tapi tidak menjadi khatib. Khatibnya itu adalah mahasiswa S2 di Paris. Jadi, yang khatib itu yang muda-muda,” kata Huda.
Baca Juga: Mengunjungi Grande Mosquee de Paris, Masjid Raya Hadiah untuk Pejuang Muslim
Ada hal menarik di masjid ini. KBRI menyediakan sebuah kantin yang menyajikan makanan-makanan khas Indonesia. Ada Gudeg, Cuanki, Indomie, hingga Nasi Kuning. Jemaah salat jumat bisa menikmati hidangan tersebut sembari menunggu waktu shalat.
“Saya sempat mencicipi Cuanki, karena sudah kangen rasa Cuanki Bandung, harganya 9 euro satu mangkok, dan harus dibayar tunai. Menjelang Jumatan sudah banyak umat muslim yang berkumpul, juga kayak jumatan di Indonesia, sebelum jumatan orang-orang suka jajan dulu,” ujar Huda.
Suasana di sekitar masjid atau KBRI Paris hampir sama dengan daerah kantor pemerintahan di Jakarta. Jalanan cenderung sepi. Hanya sesekali terlihat polisi yang berpatroli. Menurut Huda, para pekerja di sana memang tidak ada istirahat khusus untuk salat Jumat. Sama seperti hari-hari kerja biasa, tetap beraktivitas di depan meja.
![Berkunjung ke Masjid KBRI Paris, Merasakan Kehangatan Indonesia di Jantung Prancis]()
“Terus karena Jumat dan jam kerja, dan orang masih di kantor. Setelah jumatan itu juga masih sepi dan kami sempat mengabadikan spot yang paling menarik KBRI Paris,” kata Huda.
Baca Juga: Masjid Agung Paris: Simbol Islam di Prancis, Ramah pada Nonmuslim
Hal lain yang menarik dari KBRI adalah lokasinya yang dekat dengan Menara Eiffel. Jemaah bisa langsung menuju bangunan ikonik Paris itu untuk mencari jajanan khas Prancis. Tak perlu bingung dengan akses transportasi sebab moda transportasi di kota ini mendukung untuk aktivitas para wisatawan.
“Setelah salat jumat selesai, karena tidak ada agenda lagi, akhirnya bubar seperti jumatan biasanya. Setelah itu kami lanjut menuju Menara Eiffel dan membeli ole-ole, karena letak KBRI sangat dekat dengan menara Eiffel,” ujar Huda.
(jqf)