Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 23 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Pengolahan Porang, Kemenperin Beri Pendampingan Industri Kecil dan Menengah

mahmuda attar hussein Senin, 23 Agustus 2021 - 00:00 WIB
Pengolahan Porang, Kemenperin Beri Pendampingan Industri Kecil dan Menengah
Ilustrasi pendampingan industri porang bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Jakarta - Industri pengolahan porang merupakan salah satu sektor yang tumbuh positif dan kian merambah pasar ekspor di tengah situasi pandemi Covid-19. Potensi nilai ekspor dari komoditas porang juga cukup diperhitungkan di pasaran.

Melihat adanya peluang yang cukup baik, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan pendampingan kepada pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dalam pengolahan porang melalui fasilitas teknologi produksi. Program pendampingan dan fasilitasi tersebut dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo terkait pengolahan porang di Indonesia.

Plt Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita mengatakan, pengolahan porang mampu menjadi salah satu komoditas yang menjadi andalan. Sesuai dengan perintah Jokowi, pengolahan porang perlu ditingkatkan menjadi bentuk setengah jadi agar memiliki nilai tambah.

Baca juga: Punya Nilai Ekonomi Tinggi, Sumsel Kembangkan Porang

Dalam kunjungan kerja beberapa waktu lalu ke PT. Hayumi Ahro Indonesia (HAI), Gresik, Jawa Timur, yang telah memproduksi tepung porang, pihaknya menemukan industri di PT HAI tersebut mampu mencapai kapasitas produk sebanyak 2 ton dalam sehari.

“Tepung porang hasil produksi PT. HAI ini telah diekspor ke Cina dengan kapasitas produksi mencapai 2 ton per hari tepung porang, dan menggunakan bahan baku chip porang hingga 3 ton," ujarnya, Minggu (22/8).

Perusahaan yang didirikan sejak tahun 2018 ini memperoleh bahan baku porang dari Kabupaten Madiun, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Jember, Kabupaten Probolinggo dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Adapun data konversi/rendemen porang dari chip menjadi tepung porang dengan rendemen 60-70%.

Saat ini produksi PT. HAI terkendala oleh injeksi teknologi yang belum dimiliki perusahaan untuk pemurnian glukomanan dari umbi porang. Hal tersebut menyebabkan, perusahaan hanya mampu menghasilkan tepung porang dengan kandungan 60-70% glukomanan, sedangkan kandungan glukomanan yang dimiliki oleh produsen Cina telah mencapai lebih dari 90 persen.

“Kandungan glukomanan inilah yang bernilai ekonomi tinggi karena dapat dijadikan bahan baku berbagai macam produk,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, pihaknya terus berupaya dalam meningkatkan daya saing guna mendorong pengembangan pasar ekspor. Salah satunya dengan memberikan fasilitasi bimbingan, pendampingan dan sertifikasi HACCP, serta reimburse atas pembelian mesin peralatan melalui program restrukturisasi mesin dan/atau peralatan dan mendukung inovasi dalam pembuatan beras dan mi porang oleh PT. HAI.

Ditjen IKMA juga melakukan kunjungan ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Porang Indonesia (P4I), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya. Di mana P4I telah melakukan penelitian dan pengembangan terkait pengolahan porang hingga menjadi tepung porang dengan menggunakan alat skala kecil, yakni kapasitas 10 ton per bulan.

Saat ini P4I juga sedang melakukan penelitian dan pengembangan terkait produk tepung glukomanan yang proses produksinya masih membutuhkan etanol. P4I juga telah menghasilkan dua produk komersil, yaitu tepung porang saset dan mi shirataki basah berbahan dasar tepung porang.

“Dalam pengembangan tepung porang pada skala petani atau industri kecil perlu mempertimbangkan aspek keterserapan produk di pasar,” ujarnya.

Baca juga: Nilai Ekspor Rp900 Miliar, Pemerintah Gairahkan Industri Pengolahan Porang

Lebih lanjut, Ditjen IKMA juga sedang menyiapkan skema pengembangan produk turunan olahan porang. Dalam hal ini, pihaknya menjalin koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, untuk penetapan klaster prioritas pengembangan budidaya porang.

Reni menyebutkan, tiga daerah potensial untuk pengembangan komoditas porang antara lain Kabupaten Pandeglang Banten, Kabupaten Tabanan Bali, dan Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Proses pengembangan industri pengolahan porang di tiga daerah tersebut rencananya menggunakan Dana Alokasi Khusus pada 2022.

Selain itu, Ditjen IKMA juga akan menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah dalam menyiapkan pilot project di Kabupaten Madiun.

“Peran kami adalah memberikan pendampingan IKM pengolahan porang yang berlokasi di sentra IKM. Termasuk peningkatan teknologi dan kapasitas produksi melalui program restrukturisasi mesin dan/atau peralatan, pengembangan produk turunan porang melalui pengembangan inovasi IKM, serta promosi melalui pameran, marketplace, link and match,” imbuhnya.

Ditjen IKMA juga akan melakukan sertifikasi pangan sebagai upaya meningkatkan sistem keamanan pangan produk olahan porang, seperti chip dan tepung porang. Pihaknya mendukung pengembangan ekosistem pengolahan porang di perguruan tinggi dan praktisi dalam hal pengurangan kandungan oksalat porang agar dapat diolah menjadi produk lain yang bernilai jual tinggi.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 23 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)