LANGIT7.ID, - Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Ustaz Jeje Zaenudin menyebutkan terdapat dua tantangan krusial dalam merealisasikan misi sebagai
Khaira Ummah.
Tantangan pertama terletak pada tataran teoritis, di mana belum adanya kesepakatan tentang batas dan pedoman toleransi dan moderat dalam hal hubungan ibadah dan
muamalah muslim dengan non muslim.
Baca juga: Wamenag: Konsep Khairu Ummah Sejalan dengan Moderasi BeragamaMenurut dia, hal ini terjadi karena adanya perbedaan metode fatwa dan batasan-batasan di antara
mazhab-mazhab Islam yang ada.
"Sehingga sering terjadi ikhtilaf yang keras di antara kelompok muslim sendiri antara suatu lembaga fatwa dengan yang lainya tentang batasan moderat atau tidak moderat," ujar Ustaz Jeje dalam keterangan tertulis yang diterima Langit7, Sabtu (24/12/2022).
Kemudian, tantangan kedua berada pada tataran praktis, dimana juga masih terjadi pertentangan di internal kelompok umat Islam.
Ada yang atas nama toleransi dan moderasi Islam bersikap dan melakukan tindakan tertentu terhadap pemeluk agama lain dalam hubungan ritual dan sosial. Tetapi justru menurut kelompok muslim yang lain tindakan itu sudah keluar dari batasan moderasi dan toleransi Islam yang berdasar pedoman Al-Quran dan Hadits Nabi serta Ijmak para ulama.
Baca juga: Ma'ruf Amin: Ajaran Islam Dorong Terwujudnya Generasi Khairu Ummah"Oleh sebab itu penting dalam forum Konferensi Ulama ASEAN ini didiskusikan dan disepakati batas-batas teoritis dan praktis dari toleransi dan moderasi dalam berdakwah dan beramar makruf tersebut secara sejalas dan tuntas," cetusnya.
(est)