LANGIT7.ID, Jakarta - Direktur Utama INSISTS Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi menceritakan bagaimana sepak bola menggantikan peran agama oleh masyarakat barat. Menurutnya, makna religion atau agama di Barat memang problematik.
Suatu kesempatan, Guru besar filsafat Islam di
Universitas Darussalam Gontor berkunjung ke Manchester, Inggris. Dia menemukan sebuah papan iklan besar bertuliskan
It is like religion. Iklan itu tak ada kaitannya sama sekali dengan agama atau kegiatannya melainkan sebuah iklan untuk klub sepak bola ternama Manchester United. Di situ terpampang gambar seorang pemain bintang dengan ribuan suporter.
Baca juga: Kajian Ahad PagI: Penyebab Sebuah Bangsa Dimusnahkan “Jadi bola itu adalah like religion, seperti agama karena di dalamnya ada harapan, ada kekecewaan, ada doa. Suporternya pun seperti pengikut agama, dia juga mengidolakan. Kalau dalam Islam mengidolakan Rasulullah sebagai
uswatun hasanah, kalau di Piala Dunia Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi,” kata Ustadz Fahmy dalam pidato akhir tahun di Jakarta, Ahad (25/12/2022).
Ustadz Fahmy menerangkan, sepak bola menggantikan peran agama bagi masyarakat barat merupakan hal umum saat ini. Fenomena mengagamakan yang bukan agama muncul ketika para filsuf sekuler mendengungkan pemikiran humanisme.
“Nampaknya mereka tidak menemukan dalam agama (kepuasan, harapan) itu, maka mereka ramai-ramai pada awal abad 16 ke atas pindah dari religion menjadi humanism. Problemnya dalah bahwa sama-sama memberikan kepuasan, tapi akar daripada humanisme adalah manusia itu sendiri,” urainya.
Baca juga: Anak Terlanjur Membangkang, Begini Cara Orang Tua Mengatasinya “Jadi ketika manusia mengambil pemikiran manusia dan gagal menyelesaikan persoalan manusia akhirnya tidak ada jalan lagi untuk keluar dalam mengalami dead lock,” imbuhnya.
(sof)