LANGIT7.ID -, Mna -
Bupati Cianjur Herman Suherman dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan
penyelewengan bantuan asing untuk gempa bumi.
Pengaduan tersebut secara resmi diterima KPK pada Jumat (16/12/2022) lalu.
Baca juga: Bupati Cianjur Bantah Laporan Dugaan Penyelewengan Bantuan GempaMenanggapi itu, Wakil Ketua Majelis Tabliqh PP Muhammadiyah periode 2015-2022, Fahmi Salim meminta seorang pemimpin untuk menyontoh gaya kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab.
Menurut Fahmi, seorang pemimpin yang benar harus sesuai dengan ajaran Islam. Seperti Umar bin Khattab yang tidak bisa tidur saat rakyatnya kelaparan dan menderita.
"Khalifah Umar bin Khattab itu pemimpin yang benar yang sesuai dengan ajaran Islam. Diceritakan, seorang utusan Raja Persia terkagum-kagum dengan Umar bin Khattab, seorang pemimpin dunia yang menaklukkan banyak sekali wilayah Persia dan Romawi, bisa tidur nyenyak di bawah pohon kurma. Bukan di istana dan bukan di tempat yang nyaman serta dia tidak merasa takut dan khawatir," jelas Founder Al Fahmu Institute itu.
Fahmi menambahkan, kepemimpinan Umar bin Khattab yang mendahulukan kepentingan rakyat digambarkan dalam ungkapan yang terkenal, yaitu 'Karena engkau telah berbuat adil sehingga kesejahteraan itu merata, kemudian karena engkau berbuat adil itu sehingga engkau merasa aman'.
Baca juga: Menag Serahkan Rp34,7 Miliar Bantuan ASN untuk Penyintas CianjurArtinya, ketika pemimpin sudah memenuhi perut rakyatnya maka ia pun akan merasa aman, serta tidak merasa ketakutan karena dibenci rakyatnya.
"Kalau sekarang kan tidak, pemimpin rata-rata tidurnya nyenyak tetapi rakyat yang dipimpinnya itu tidak merasa aman, masa depannya suram. Kemudian lagi kena bencana begini melakukan hal-hal yang tidak terpuji," terang Fahmi.
Terkait dugaan korupsi bantuan gempa oleh Bupati Cianjur, Fahmi mengecam tindakan itu dan menyebutnya tidak beradab.
"Sangat kita kecam. Ini tindakan yang tidak beradab di tengah penderitaan saudara-saudara kita, kaum muslimin di Cianjur," ujar Fahmi dalam kajian bertajuk Gawat, Bansos Bencana Dikorupsi! pada Rabu (28/12/2022) kemarin.
Menurut Fahmi, dugaan korupsi tersebut menggambarkan realitas yang buruk dan menyedihkan di tengah keprihatinan masyarakat, terlebih dilakukan oleh seorang pemimpin.
Baca juga: Gubernur Kaltim Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp6 Miliar"Nah, ini malah justru ada praktik-praktik yang lebih memilih kepada asfala safilin, menghinakan dirinya, menghinakan fitrah kemanusiaannya sebagai hamba Allah," lanjut Fahmi. Dia melanjutkan, seorang pemimpin harus bermuhasabah diri agar tidak melakukan hal-hal buruk. "Yang melakukan ini kan oknum apalagi diberitakan dia adalah sosok pemimpin, di mana yang mestinya dia mengayomi, memberikan pelayanan terbaik, tidak tidur ketika orang lain tidak merasakan nyenyak tidur. Mestinya kan seperti itu," tukasnya.(est)