LANGIT7.ID, Jakarta - Masyarakat harus bisa mengatur uang yang bijak saat terjadi
resesi 2023. Sebab kondisi perlambatan ekonomi tersebut bisa pengaruhi kesejahteraan hidup.
Kepala Kanal Digital Sequis, Antonius Tan mengatakan, awal 2023 memang masih aman. Namun tidak ada salahnya masyarakat mempersiapkan diri bila terjadi
resesi.
"Mulai lah
mengatur keuangan secara bijak, dari hal kecil dan nanti akan terbiasa pada hal-hal besar," kata Tan dalam keterangannya dilansir
Antaranews, Selasa (3/1/2023).
Setidaknya ada 5 hal yang perlu disiapkan supaya tidak khawatir berlebihan jika terjadi resesi.
Baca Juga: Cara Mengelola Keuangan bagi Keluarga yang Punya Utang1. Skala prioritasSkala prioritas diperlukan supaya arus kas sehat, buatlah daftar kebutuhan dari yang penting dan harus didahulukan.
Terbiasa membuat skala prioritas, maka dalam kondisi resesi atau tidak, seseorang terbiasa hidup hemat, jadi keuangan tidak cepat habis di pertengahan bulan.
2. Jaga penghasilanResesi sering dibarengi dengan tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) tinggi sehingga penting untuk mempertahankan kekuatan finansial supaya kebutuhan pokok tetap terpenuhi.
Pertimbangkan mencari pekerjaan tambahan, tentu yang tidak mengganggu pekerjaan utama, supaya penghasilan bisa bertambah.
3. Belanja sesuai kebutuhanBeli barang sesuai dengan kebutuhan, gunakan skala prioritas yang sudah dibuat sebelumnya supaya kebutuhan primer terpenuhi.
"Belanja harus tetap dilakukan, karena konsumsi masyarakat penting bagi perputaran roda perekonomian. Tapi gunakan uang Anda dengan bijak, belanja untuk kebutuhan pokok dan yang penting-penting dahulu," kata Tan.
4. Dana daruratDana darurat menjadi instrumen penting ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika sudah terbiasa membuat dana darurat, pertimbangkan untuk memperbesar jumlahnya.
Rumus dana darurat adalah tiga kali dari pengeluaran bulanan bagi lajang dan enam kali pengeluaran bulanan bagi yang sudah berkeluarga.
5. InvestasiJika sudah memiliki dana darurat, tabungan dan asuransi, adalah langkah yang baik untuk mengembangkan aset yang ada dengan berinvestasi.
Investasi berguna untuk menjaga nilai aset, yang belum tentu sama pada tahun-tahun mendatang karena inflasi.
Instrumen investasi risiko rendah seperti reksa dana pasar uang dan surat berharga negara bisa menjadi pilihan untuk kondisi saat ini.
(bal)