LANGIT7.ID, Jakarta - Komisi Fatwa
MUI optimistis target pencapaian 1 juta
sertifikasi halal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) bakal tercapai tahun ini.
Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Miftahul Huda mengungkapkan alasan MUI optimis akan pencapaian target tersebut.
Pasalnya dalam ekspos laporan tahunan Komisi Fatwa MUI 2022, kapasitas yang terpakai selama 2022 lalu baru di bawah 10 persen dari kapasitas kelembagaan
komisi fatwa secara nasional.
"Jadi kalau hanya satu juta Insya Allah bisa dituntaskan, asalkan 1 juta itu dimulai dari perencanaan awal," kata dia dikutip laman resmi
MUI, Rabu (4/1/2023).
Namun dia mengaku masih ada beberapa hal yang menjadi tantangan dan mesti dibenahi. Di antaranya terkait kompentensi pendamping
produk halal.
Baca Juga: Kemenag Buka 1 Juta Kuota Sertifikasi Halal GratisMenurutnya, masih ada kesulitan untuk mencapai pemerataan kemampuan atau kompetensi pendamping produk halal. Akibatnya, laporan yang diteruskan ke MUI tidak berstandar sehingga dikembalikan untuk diperbaiki.
"Selain itu, juga adanya kesulitan dalam kesepahaman dan kesepakatan terkait dengan produk yang mestinya tidak perlu sertifikasi halal, seperti ikan segar dan lain sebagainya," katanya.
Sebelumnya, Plt Sekretaris BPJPH Chuzaeimi Abidin mengungkapkan, di tahun 2023 ini BPJPH menargetkan satu juta produk untuk disertifikasi halal dan mencapai sepuluh juta produk hingga 2024.
“Target yang ditetapkan untuk 2023 sebanyak satu juta produk. Sinergi dengan MUI ini sangat penting dalam percepatan sertifikasi halal," katanya.
Adapun kapasitas MUI Pusat selama 2022 mencapai 5,04 juta produk. Artinya, kapasitas MUI baru terpakai 20 persen dari total kapasitas.
Karena itulah pihaknya optimistis target satu juta produk untuk mendapatkan sertifikasi halal dapat dicapai.
(bal)