LANGIT7.ID, Jakarta - Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif, mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial. Para orang tua, guru, dan ustaz harus mendidik generasi muda agar menggunakan
media sosial untuk tujuan yang baik.
Pria yang akrab disapa Buya Yahya itu mengibaratkan media sosial seperti banjir. Saat banjir datang, membuat bendungan bukan lagi solusi yang tepat. Namun, saat banjir datang maka yang perlu dilakukan adalah membuat aliran-aliran agar air bisa keluar, meresap, dan tidak tergenang.
Demikian pula media sosial. Saat media sosial sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, maka menghentikan bukan lagi solusi. Namun hal yang perlu dilakukan adalah memberikan arahan agar media sosial digunakan untuk sesuatu yang baik dan benar.
Dia mencontohkan aplikasi pesan singkat, WhatsApp, dan penyedia video, Youtube. Dalam menggunakan WA, harus ada keterbukaan dengan siapa saja orang yag terlibat dalam percakapan. "Jangan sampai kita menyembunyikan sesuatu yang menjadikan hati kira rusak," kata Buya Yahya melalui akun Youtube Al-Bahjah TV.
Demikian pula degan Youtube, motivasi menonton video di laman itu adalah untuk belajar hal-hal baru. Bisa saja seorang suami menonton vidio hiburan melalui Youtube, tapi belajar membangun keindahaan
rumah tangga dengan ustaz yang benar akidahnya.
"Ini adalah cara. Ini bukan sesuatu yang berat di zaman seperti ini, akan tetapi bagaimana kita mengarahkan penggunaannya dengan benar," ucap Buya Yahya. Hal itu juga berlaku dalam mendidik anak. Jika anak sudah terlanjur berurusan dengan media sosial, maka orang tua harus punya kontrol dengan cara yang manis dan indah, bukan menjadikan anak sembunyi-sembunyi melakukan hal terlarang.
"Kita ajari anak untuk buka Youtube yang baik, buka
website yang baik, buka internet yang baik, kita ajari. Ada jam-jamnya. Kita harus disiplin dengan apa yang dilihat dan ditonton. Disipilin waktu apa yang harus ditonton," ucapnya.
Masalah media sosial bisa diselesaikan jika mampu memenej dengan baik. Tidak bisa dipungkiri, zaman sudah berbeda. Perkembangan teknologi sangat pesat. Media sosial hanya bagian kecil dari perkembangan itu. Maka, mau tidak mau perkembangan itu harus dihadapi dengan penuh kebijaksanaan.
"Buat lingkungan yang baik dalam media sosial. Kita harus pilah, mana yang ga perlu dan mana yang perlu. Bahkan kita harus berani keluar dari kelompok atau grup yang di situ banyak menggunjing, menampilkan foto-foto yang tidak baik, atau sudah tidak malu kepada Allah. Harus berani keluar. Buat lagi grup yang baru. Seterusnya seperti itu," ungkapnya.
(asf)