LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua PW Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Timur, Chamid, mengatakan, kasus ratusan
pelajar hamil di luar nikah di Ponorogo, Jawa Timur merupakan masalah bangsa, negara, dan semua elemen masyarakat. Maka itu, ajaran Tri Sentra Pendidikan Ki Hajar Dewantara harus dihidupkan.
Kegiatan edukasi atau dakwah kepada pelajar harus melihat semua elemen masyarakat luas. Semua terintegrasi dan tersistematisasi dengan baik. Ada tiga elemen penting yang memiliki pengaruh besar yakni lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat.
“Ada lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat yang terintegrasi menjadi pusat Pendidikan, Ki Hajar Dewantoro menyebutnya Tri Sentra Pendidikan,” kata Chamid kepada
Langit7, Sabtu (14/1/2023).
Baca Juga: MUI: Hamil di Luar Nikah Masalah Agama, Bangsa, dan Kemanusiaan
Namun, di lingkungan sekolah pembelajaran agama terbatas dan tidak semua keluarga punya perhatian khusus terhadap pendidikan moral keagamaan. Maka, harus ada lingkungan masyarakat yang bagus.
“Bisa berupa komunitas-komunitas pengembangn potensi diri atau organisasi, study club, kumpulan-kumpulan yang khususnya membahas pengetahuan agama. Tentu, gerakan ini harus dilakukan secara intensif dan masif,” tutur Chamid.
Akan tetapi, perlu menjadi bahan evaluasi bersama bahwa persentase dakwah di kalangan pemuda pelajar lebih kecil dari persentase dakwah di kalangan orang dewasa. Terbukti dari kajian yang ada di masjid-masjid maupun tempat lain belum banyak yang memfokuskan pada kajian untuk pemuda pelajar. Rata-rata hanya untuk kalangan umum.
“Jadi sudah sepatutnya gerakan dakwah dan masjid-masjid segera memulai dakwah di kalangan pemuda pelajar dengan berbagai tantangannya,” ucap Chamid.
Baca Juga: Marak Pelajar Hamil di Luar Nikah, PII Jatim Minta Jam Pelajaran Agama Ditambah
Selain Tri Sentra Pendidikan, para pelajar juga harus memperkuat benteng pertahanan. Menurut Chamid, pergaulan bebas yang terjadi di kalangan pelajar terjadi karena banyak faktor. Meski demikian seorang pemuda pelajar harus mampu memegang prinsip.
“Pemuda pelajar harus senantiasa menyibukkan diri dengan hal-hal yg positif, bisa dikerjakan secara mandiri maupun berkelompok. Sebab, jika bukan perkara baik yang menyibukkan kita, maka perkara buruk yang akan menyibukkan kita,” kata Chamid.
(jqf)