LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas berpesan agar masyarakat tetap menjaga optimisme dan sabar menghadapi situasi krisis. Hal itu mengingat kenaikan harga kebutuhan pokok hingga fenomena
PHK massal yang mulai terjadi.
“Saya percaya kita pasti mengalami krisis dalam skala mikro. Karena krisis itu namanya adalah keadaan yang berbahaya atau parah sekali atau genting. Mungkin masing-masing kita punya pengalaman sepeti ini,” kata Anwar Abbas dikutip Ahad (15/1/2023).
Selain itu, pengamat ekonomi ini juga berpesan agar umat muslim untuk terus berusaha dan bertawakal mencari rezeki, di tengah keadaan krisis yang penuh ketidakpastian.
Baca juga: Kajian Ahad: Mengenal Allah Al-Malik untuk Menghalau Syirik "Situasi penuh keputusasaan Maryam ini adalah contoh dari situasi krisis. Ada hikmah dari kisah ini, yakni ketika Maryam dalam keadaan terasing, lapar, haus, dan kepayahan karena hendak melahirkan Isa, Maryam justru harus berusaha sendiri untuk mendapatkan makanan dengan menggoyangkan pelepah kurma sebagaimana dalam Surat Maryam ayat 25-27," ungkapnya.
Menurutnya, hikmah dari kisah ini adalah pesan tersirat bahwa Allah Ta'ala, tidak mengajarkan umat Islam hanya berpangku tangan dalam mencari rezeki, melainkan harus berusaha kendati dalam keadaan payah dan putus asa.
“Dari ayat ini saya berkesimpulan, seberat apapun masalah yang kita hadapi seperti perkataan Umar ibn Khattab, langit tidak menurunkan hujan emas. Jadi kalau kita ingin sesuatu kita diminta berusaha," ujarnya.
Pada kisah Maryam tadi, ungkap Anwar Abbas bahwa dalam keadaan sulit Maryam tetap diminta untuk berusaha dan berjuang. Yaitu dengan menggoyangkan pohon kurma.
Baca juga: Cara agar Jadi Hamba yang Dicintai Allah Ta'ala“Jadi Tuhan tidak menurunkan rezeki pada kita kecuali ada jalan yang kita tempuh untuk rezeki itu bisa datang," terangnya.
Dengan begitu, Anwar Abbas menerangkan bahwa rezeki adalah urusan Allah Ta'ala. Kendati demikian, nampaknya bukan ditunggu akan tetapi rezeki haruslah dijemput.
(sof)