LANGIT7.ID - , Jakarta - Perdana Menteri Kanada
Justin Trudeau menunjuk aktivis hak asasi manusia
Amira Elghawaby sebagai perwakilan khusus untuk memerangi
Islamofobia.
"Tidak seorang pun di negara kita harus mengalami kebencian karena keyakinan mereka," kata Trudeau dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari media lokal, CBC News, Selasa (31/1/2023).
Baca juga: Melawan Islamofobia dari Lapangan Sepak Bola"Penunjukan Ms. Elghawaby sebagai Perwakilan Khusus pertama Kanada untuk Memerangi Islamofobia merupakan langkah penting dalam perjuangan kami melawan Islamofobia dan kebencian dalam segala bentuknya."
"Saya berharap dapat bekerja dengannya saat kami terus membangun negara di mana setiap orang merasa aman dan dihormati," kata Trudeau.
Dalam peran barunya, Elghawaby akan bertugas sebagai penasihat pemerintah federal dalam memerangi diskriminasi terhadap komunitas Muslim di Kanada.
Dia juga akan bertanggung jawab untuk menyoroti "kontribusi penting umat Islam" ke Kanada.
Elghawaby mengatakan pengangkatannya adalah "kehormatan yang mendalam."
"Muslim kadang terjebak antara dianggap sebagai ancaman atau mewakili masalah yang harus diselesaikan," katanya dalam konferensi pers pada hari Kamis (26/1/2023) lalu.
Baca juga: Jerman Sebut Islamofobia Jadi Ancaman Demokrasi"Kami berharap dapat menggunakan momen ini untuk memacu percakapan nasional tentang nilai keragaman Kanada, termasuk kekayaan komunitas Muslim Kanada."
sElghawaby saat ini bekerja sebagai pimpinan komunikasi untuk Canadian Race Relations Foundation.
Usai lulu dari sekolah jurnalisme Universitas Carleton, Elghawaby sempat bekerja di CBC Ottawa. Saat ini dia mengisi kolom lepas surat kabar The Toronto Star.
Elghawaby pernah bekerja hingga tahun 2017 dengan gerakan buruh Kanada dan memperjuangkan isu-isu hak asasi manusia. Selama lima tahun dia menyuarakan kebebasan sipil di Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM).
CEO NCCM, Stephen Brown, mengapresiasi penunjukkan Elghawaby sebagai perwakilan khusus untuk memerangi Islamofobia.
Baca juga: Islamofobia di Korsel, Kepala Babi Ditinggal di Depan Masjid"Ini adalah titik balik yang luar biasa bagi komunitas kami. Sekarang penting bagi kita semua untuk membantu saling meminta pertanggungjawaban dalam mengejar perubahan." kata Brown.
Brown mengatakan dia ingin melihat kantor Elghawaby bekerja sama dengan kelompok masyarakat sipil untuk menantang Islamofobia di Kanada.
Brown menunjuk ke RUU Quebec 21, yang melarang pegawai negeri mengenakan simbol agama seperti jilbab.
(est)