LANGIT7.ID, Jakarta - Budayawan asal Yogyakarta, Irfan Afifi, mengenal
Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas yang telah banyak memberi kontribusi untuk bangsa dan negara. NU sejak berdiri disebut sebagai penjaga Negara Kesatuan Republik Indenesia (NKRI).
“Bahkan, ada yang menganggap satpamnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Irfan Afifi kepada Langit7, Jumat (3/2/2023).
Salah satu contoh paling banyak dikenal banyak masyarakat Indonesia Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU. Melalui Resolusi jihad itu, setiap umat Islam di Indonesia terjun ke medan perang melawan agresi Belanda untuk mempertahankan NKRI.
Baca Juga: Budayawan: Nahdlatul Ulama Penerus Visi Dakwah Walisongo
Peristiwa tersebut memantik pecahnya peristiwa 10 November 1945 di Surabaya dan diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peran-peran seperti ini yang sering membuat NU disebut sebagai satpam NKRI.
“Tidak masalah. Justru dengan peran itulah, NU menjadi kancah terdepan dalam mengawal kesatuan dan keutuhan NKRI dengan semangat Islamnya yang kultural, NU mampu menjaga kekuatan kulutral nasionalisme ke-Indonesiaan dan bisa memperkokoh kedaulatan negara Republik Indonesia,” ujar Irfan Afifin.
Maka itu, Irfan Afifi berharap NU ke depan banyak melahirkan tokoh-tokoh intelektual. Tidak hanya dalam disiplin ilmu keagamaan, melainkan juga tokoh intelektual profesional dan teknokrat baru yang menyebar di banyak bidang.
Baca Juga: NU Masuki Usia 1 Abad, Sejarawan: Harus Bersihkan Unsur Liberal di Internal“Teknokrat yang menyebar di banyak bidang, yang punya pendasaran keislaman yang kokoh. Insya Allah NU akan panen, NU akan melahirkan teknokrat-teknokrat di segala bidang. Itu akan mewarnai ke-Indonesia-an kita di masa mendatang,” pungkas Irfan Afifi.
(jqf)