Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Legislator Pertanyakan Hilangnya Nama Habibie dari Lini Masa BRIN

Garry Talentedo Kesawa Senin, 06 Februari 2023 - 19:05 WIB
Legislator Pertanyakan Hilangnya Nama Habibie dari Lini Masa BRIN
Presiden ke-3 RI, BJ Habibie. (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengkritik hilangnya nama Presiden ke-3 RI, BJ Habibie dalam lini masa perkembangan riset dan teknologi di Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dia menilai peristiwa tersebut menjadi indikasi nyata adanya dehabibienisasi yang terstruktur, sistematis dan masif.

Mulyanto mencurigai adanya sejumlah upaya 'dehabibienisasi' atau menghapuskan warisan yang ditinggalkan Presiden ketiga RI tersebut. Utamanya melalui perombakan kelembagaan riset dan teknologi.

"Bila sebelumnya 'dehabibienisasi' itu bersifat kelembagaan namun dengan penghilangan secara sengaja nama Habibie dari lini masa perkembangan iptek (Ilmu pengetahuan dan Teknologi) nasional, dugaan itu menjadi terkonfirmasi," ujar Mulyanto dalam keterangannya, Senin (6/2/2023).

Baca Juga: LP3ES: Konsolidasi Oligarki Akar Masalah Kemunduran Demokrasi

Menurut Mulyanto, upaya tersebut sudah tercium sebelumnya, seperti pada akhir bulan lalu telah ditutupnya lembaga riset antariksa dan penerbangan di Pasuruan, Jawa Timur. Selain itu juga dibubarkannya Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), Dewan Riset Nasional (DRN), Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), LIPI, BATAN dan LAPAN.

"Sebelumnya juga telah dihapus Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS), Dewan Standardisasi Nasional (DSN) serta dimuseumkannya pesawat terbang karya anak bangsa N-250 Si Gatot Kaca. Bahkan, kita menyaksikan porak-porandanya BPPT dan hasil-hasil rekayasanya baik tsunami early warning system, puna male, dll," ungkapnya.

Politisi Fraksi PKS itu menuturkan, negara tidak bisa begitu saja menghilangkan jejak pengembangan iptek yang sudah dibangun susah payah oleh begawan teknologi Indonesia seperti BJ Habibie. Menurutnya, bangsa Indonesia harus mengakui bahwa Habibie berhasil membangun struktur pembangunan teknologi Iptek (techno-structure) yang kokoh dan bermanfaat di Indonesia.

"Pak Habibie berhasil membangun human-ware (SDM), technoware (peralatan), orgaware (kelembagaan) maupun infoware (jaringan) yang berujung pada beroperasinya Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS)," lanjut Mulyanto menerangkan.

Baca Juga: 5 Masalah Politik Penyebab Demokrasi Indonesia Makin Merosot

BUMNIS, kata Mulyanto, merupakan wahana anak bangsa memproduksi peralatan Hankam dan sipil canggih mulai dari pesawat terbang, kapal, tank, senjata, peledak, industri berat sampai elektronik. Bahkan pada posisi tertentu, bisa dibilang, BUMNIS sangat berperan membangun kekuatan pertahanan dan keamanan nasional.

Lebih lanjut, Mulyanto mengatakan ide pengembangan iptek Habibie sangat visioner, di mana dia ingin membangun kedaulatan dan kemandirian bangsa di berbagai bidang agar Indonesia tidak tergantung dan didikte oleh pihak asing. Terlebih, Indonesia merupakan negara kepulauan yang membutuhkan infrastruktur transportasi antar pulau dalam rangka membangun persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saat ini pemandangan yang nampak adalah SDM dan peralatan teknologi yang makin menua, serta kelembagaan Iptek yang satu demi satu berguguran. Berbagai proyek nasional Iptek dihentikan. Ini semua harus menjadi bahan renungan kita bersama dalam rangka membangun bangsa yang berdaulat, bangsa inovasi (innovation nation) ke depan," tutur Sekretaris Kementerian di Kemenristek itu.

Diketahui, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang menjadi perhatian publik. Hal itu lantaran BRIN tidak menampilkan sosok BJ Habibie dalam panel fisik berisi sejarah riset dan inovasi Indonesia di kantor BRIN, Jakarta.

Namun, BRIN berdalih lantaran keterbatasan ruang (space) yang ada di kantornya. Sehingga penjelasan sejarah di kantor BRIN hanya berfokus pada peristiwa penting yang secara langsung mendasari pembentukan BRIN.

Baca Juga: Indonesia Peringati Pekan Kerukunan Antar Umat Beragama Dunia

(gar)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)