LANGIT7.ID, Jakarta - Salat ternyata memiliki banyak hikmah bagi seorang muslim. Hal ini bukan sekadar kewajiban yang harus digugurkan tapi juga membawa banyak manfaat terutama mendidik karakter.
Ketua Yayasan
Al Amalu Bil Iman, Ustaz Bahrul Ulum Risno, menyebut, hal utama yang bisa dipelajari dari salat adalah nilai kedisiplinan.
“Islam memberi pelatihan kepada kita lima kali sehari untuk menjadi pelajar, pekerja, dan pengusaha sukses melalui amalan disiplin,” kata Ustadz Bahrul dalam webinar Bekerja dengan Iman yang digelar Yayasan Al Amalu Bil Iman, Sabtu (4/1/2023).
Baca Juga: 5 Cara Sederhana Mengajarkan Kebaikan pada Si Buah Hati Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 10:
فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.” (QS Al-Jumu’ah: 10)
Baca Juga: Jangan Sekadar Belajar, Kejar Berkah Ilmu agar BermanfaatUstadz Bahrul menjelaskan, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk belajar dari salat dalam mencari rezeki di muka bumi. Dalam hal ini belajar, bekerja, dan berusaha.
“Disiplin berarti melakukan segala sesuatu berdasarkan aturan, melatihnya hingga menjadi kebiasaan. Disiplin di bab salat, misalnya, kalau kita tidak disiplin, bisa jadi salat itu batal secara hukum, misal tidak mengikuti aturan-aturan rukun dan syarat salat,” ujar Bahrul.
Dalam kehidupan sehari-hari, ada aturan yang harus dijalani. Seperti aturan saat bekerja di kantor, ada aturan di sana. Nah, salat melatih seseorang untuk mengikuti aturan. Misalnya, tidak boleh buru-buru dan harus mengikuti imam (pemimpin).
Baca Juga: Drakor Crash Course In Romance Perlihatkan Realita Demam Pendidikan Korsel“Misalnya di kantor, jam 7 masuk, masuknya jam 10. Padahal, diharuskan jam 7 pagi. Semua harus seperti itu. Ini biasa bahaya karena tidak sesuai dengan aturan,” kata Bahrul.
Salat Mengajarkan Tepat WaktuAllah Ta’la berfirman, “Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS An-Nisa: 103)
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari saat Ibnu Mas’ud bertanya kepada Rasulullah SAW tentang perbuatan yang mulia: “Ya Rasulullah, perbuatan apa yang paling dicintai Allah?” Beliau pun menjawab, “salat tepat pada waktunya.” (HR Bukhari)
Baca Juga: Yuk Ayah Bunda, Sembuhkan Luka Pengasuhan Sambil Mengasuh AnakSalat mendidik umat Islam untuk tepat waktu. Saat azan berkumandang, kaum laki-laki dianjurkan datang ke masjid untuk salat berjamaah tepat waktu. Itu menjadi latihan karakter untuk selalu tepat waktu dalam segala hal.
“Belajar tepat waktu sekolah, tidak bolos. Pegawai tepat waktu kehadiran dan tidak mengulur waktu. Pengusaha menepati janji terutama hal waktu,” kata Bahrul.
Salat Mengajarkan Taat terhadap AturanDari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda, “Jika engkau Hendak salat, maka sempurnakanlah wudhu. Kemudian hendaklah menghadap kiblat, lalu bertakbirlah. Lalu, bacalah ayat Al-Qur’an yang mudah bagimu. Lalu rukuklah hingga tuma'ninah ketika rukuk.
Baca Juga: Ini Cara dan Syarat Nikah Via Sambungan TeleponLalu bangkitlah hingga engkau berdiri. Lalu sujudlah hingga engkau tuma'ninah ketika sujud. Kemudian bangkitlah hingga engkau tuma'ninah ketika duduk. Kemudian sujud kembali hingga engkau tuma'ninah ketika sujud. Kemudian lakukan seperti itu dalam setiap salatmu.”
Ada aturan dan syarat sah dalam salat. Seorang muslim tidak boleh salat seenaknya saja. Misalnya salat lima rakaat saat dzuhur, atau salat pada waktu-waktu terlarang.
“Pelajar memiliki aturan mata pelajaran, akademis. Bekerja selalu ada peraturan yang mengikat, demikian juga pengusaha mengikuti aturan tertulis maupun tidak (etika berusaha),” pungkas Bahrul.
(jqf)