LANGIT7.ID, Jakarta - DOE Intaward Indonesia telah mengumumkan penghargaan Internasional tingkat Emas–Duke of Edinburgh 2021 secara virtual pada Kamis (26/8/2021). Acara tersebut turut dihadiri Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins.
Penghargaan Internasional Duke of Edinburgh adalah kerangka global untuk pendidikan nonformal. Program ini mengajak para pemuda (14-24 tahun) mengembangkan keterampilan baru, aktif secara fisik, belajar tentang kerja tim dan kepemimpinan melalui perjalanan petualangan dan menjadi sukarelawan.
Baca Juga: Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Vaksinasi di Ponpes TebuirengPenghargaan ini diselenggarakan dan diberikan di seluruh dunia meliputi sekolah, perguruan tinggi, universitas, pengusaha, klub sosial, organisasi pemuda berseragam dan tidak berseragam, lembaga pelanggar muda, organisasi keagamaan, klub olahraga, dan sejumlah organisasi sipil lainnya.
Program Award bersifat adaptif, dari menjalankan sebagai program di akademi anak laki-laki tunanetra di India, hingga pengenalan ke organisasi pemuda di Israel kerangka Penghargaan terbukti dapat mendukung dan berkembang di banyak lingkungan yang berbeda.
Sejak diluncurkan pada pada 1956 jutaan anak muda telah berpartisipasi dan menerima penghargaan.
Pada tahun ini, sertifikat tingkat Emas di terima oleh 8 orang anggota Purna Paskibraka Kota Bandung dan 3 orang alumni SMAK BPK PENABUR. Duta Owen Jenkins dan Pimpinan DOE Intaward Indonesia, Nadjib Riphat Kesoema sangat menghargai upaya, ketekunan, dan ketangguhan pemuda yang berpartisipasi dan mendapatkan penghargaan tersebut.
Baca Juga: Vaksinasi di Miftahul Ulum, Wagub Jabar Ingatkan Tri Program PesantrenSyarat mendapat Penghargaan Gold Award bukan perkara mudah. Peserta diwajibkan menunjukkan lima bidang kegiatan di bawah naungan Skema Award. Lima kegiatan itu yakni rekreasi fisik, keterampilan dan layanan masyarakat (minimum 1 jam per minggu per kegiatan selama 12 sd 18 bulan), perjalanan petualangan selama min 4 hari 3 malam dan menyelesaikan proyek pemukiman selama min 5 hari 4 malam.
"Skema Duke of Edinburgh Award sekarang beroperasi di 140 negara di dunia termasuk Indonesia dan mendorong anak-anak berusia 14-24 tahun untuk berbagi kepada komunitas mereka melalui kegiatan amal, berpetualang di alam, serta mempelajari keterampilan di luar kelas," kata Owen Jenkins dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Kamis (26/8/2021).
Salah satu penerima Award Emas adalah Dwi dari Purna Paskibraka Indonesia. Ia aktif menjadi relawan tenaga kesehatan. Ia pernah membantu melayani pasien di RSUD Kota Bandung. Di rumah sakit itu, ia mengkaji, mendiagnosa, dan merencanakan tindakan sesuai prosedur operasi standar yang berlaku.
Baca Juga: Pertamina Lubricants Luncurkan Program ESS, Latih Santri di Bidang Perbengkelan"Saya juga terlibat penuh dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien serta keluarga pasien di RS dan ketikan pasien kembali ke rumah. Saya sangat senang berkegiatan sosial yang menunjang pengetahuan dan pengalaman bekal profesi saya nanti," ucap Dwi.
Indonesia telah bergabung menyelenggarakan Duke of Edinburgh’s International Award sejak 1996. Kemudian, PT Social Enterprise DOE Intaward Indonesia didirikan di bulan April 2019.
DOE Intaward memiliki tugas utama yakni membagikan sub lisensi kepada mitra penyelenggara yang berminat membina para pemuda 14-24 tahun, mendukung mitra penyelenggara untuk menjalankan program Award untuk para pemuda di bawah naungan organisasinya, dan memperjuangkan peran pendidikan dan pembelajaran non formal sebagai sarana penting untuk mendukung pengembangan diri pemuda yang holistik (menyeluruh).
Baca Juga: Biaya Bukan Kendala untuk Mondok di Al-Bahjah, Buya Yahya: Cukup Modal Semangat dan KemandirianSetiap tahun terdapat 1500 pemuda berpartisipasi dalam Program Award. Secara global Intaward menandatangani perjanjian kemitraan dengan Cambridge IE dan di Indonesia peserta berasal dari penyelenggara berlisensi yang dikenal dengan istilah Award Centre.
Para peserta itu di antaranya British School Jakarta, Purna Paskibraka Kota Bandung, Yayasan BPK PENABUR, Pabelan Islamic Boarding School Magelang, IMS Khalifa, Bumi Shalawat School Sidoarjo Jawa Timur, Jakarta Nanyang School, Surabaya European School, Canggu Community School Bali, Dyatmika School Bali, Semarang Multinational School, Singapore National Academy Surabaya, University of Indonesia (Pilot Project), IPMI International Business School, Sekolah Victoria Plus, Bali Dyslexia Foundation, Gerkatin Kepemudaan and Heka Leka Foundation, Maluku.
Baca Juga:
Childfree Produk Feminisme, Konsep Gagal Gambarkan Keluarga Ideal
Kangen Zainuddin MZ: Manusia Tak Pantas Sombong, Semua Hanya Titipan(asf)