LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang siswa Sekolah Menengah Katolik St. Joseph,
Kanada, Josh Alexander, ditangkap polisi usai memprotes keberadaan transgender di sebuah kamar mandi sekolah. Protes itu dilayangkan Alexander pada November tahun lalu, yang membuatnya diskors.
Alexander pertama kali diskors pihak sekolah pada bulan November lantaran menentang kebijakan
transgender yang diterapkan di sekolah. Adapun pihak St. Joseph mengizinkan pria yang diidentifikasi sebagai transgender untuk menggunakan kamar mandi wanita.
Baca Juga: Respons Kebijakan Bobby Nasution, Pengamat: LGBT Itu PenyakitAkibat ulahnya itu, Alexander kemudian diamankan oleh dua petugas kepolisian setempat. Alexander juga didakwa dengan pelanggaran.
Kini, siswa berusia 16 tahun itu telah dibebaskan dari dakwaan. Namun, dia dilarang mengikuti kelas hingga akhir tahun ajaran.
"Itu tentang siswa laki-laki yang menggunakan toilet perempuan, disforia gender. Semua orang berbagi pendapat tentang itu, siswa mana pun yang ingin berpartisipasi, termasuk gurunya," kata Alexander kepada
National Post, dikutip Kamis (23/2/2023).
Baca Juga: Mahasiswa Unhas Mengaku Gender Non-Biner, Pakar: Terpengaruh LGBTQAlexander menyuarakan keprihatinannya dengan kebijakan yang diterapkan oleh St. Joseph. Namun, pihak sekolah disebutnya mengabaikan protes yang dilancarkannya.
"Saya mengatakan hanya ada dua jenis kelamin, dan Anda dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan, dan itu membuat saya mendapat masalah. Dan kemudian saya mengatakan bahwa gender tidak mengalahkan biologi," tambahnya.
Pihak Sekolah St. Joseph menyebut tindakan yang dilakukan Alexander "merugikan kesehatan fisik dan mental siswa transgender".
Baca Juga:
Khuntsa Tak Sama dengan Transgender, Ini Perbedaannya
Latar Belakang Munculnya Konsep Gender Non-Biner(gar)