LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Turki mengeluarkan peraturan untuk membangun kembali wilayah yang hancur akibat
gempat bumi Magnitudo 7,8 pada awal bulan Januari lalu. Jutaan orang kehilangan rumahnya dan lebih dari 160.000 bangunan, termasuk 520.000 apartemen hancur akibat gempa tersebut.
Melansir dari
Reuters, Sabtu (25/2/2023), Presiden Turki,
Recep Tayyip Erdogan telah berjanji untuk membangun kembali rumah warga yang rusak dalam waktu satu tahun. Bahkan, rencananya juga akan dibangun rumah tahan gempa.
Baca Juga: Derita Penyintas Gempa Turki: Musim Dingin Menusuk, Rumah Jadi Puing-puingPara korban selamat pun telah berangsur-angsur meninggalkan wilayah Turki selatan. Selama di sana, mereka yang tinggal mengungsi di tenda, rumah kontainer, dan akomodasi lain yang merupakan bantuan dari pemerintah.
Di bawah regulasi baru
Turki, setiap individu, institusi, dan organisasi akan dapat membangun tempat tinggal dan tempat kerja, yang dapat mereka donasikan ke Kementerian Urbanisasi. Kemudian properti tersebut akan diserahkan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Di sisi lain, Menteri Kehakiman Bekir Bozdag mengatakan, sebanyak 171 orang telah ditangkap. Sementara 77 orang lainnya menghadapi penahanan.
Baca Juga: Dampak Gempa Turki, Masjid dan Gereja Tertua di Antakya HancurHal itu sebagai bagian dari penyelidikan atas bangunan yang runtuh di daerah gempa, terkait dengan pelanggaran peraturan pembangunan.
"Semua yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban di depan pengadilan. Setiap orang akan dihukum sesuai tanggung jawabnya," kata Bozdag kepada
CNNTurk.
Bozdag menekankan agar pihak berwenang bisa memberikan hukuman lebih berat. Hal itu sebagai efek jera karena melanggar aturan zonasi terkait lokasi dan cara pembangunan yang lebih aman.
Baca Juga:
Korban Tewas Gempa Bumi Turki-Suriah Tembus 45.000 Jiwa
Bangunan Tahan Gempa Ambruk, Warga Ronesans Rezidans Turki Ngamuk(gar)