LANGIT7.ID, Jakarta - Menjadi
muslim yang baik bukan hanya diukur dari jumlah harta yang disedekahkan, melainkan bisa dimulai dari hal-hal kecil. Salah satunya adalah dengan mematuhi rambu lalu lintas, termasuk lampu merah.
Penceramah
Buya Yahya mengatakan, lampu merah wajib dipatuhi oleh semua pengendara, khususnya orang yang ingin menjadi muslim yang baik. "Lampu merah itu ada maslahatnya, jadi jangan dilanggar," kata Buya Yahya dalam penggalan kajiannya, Rabu (1/3/2023).
Baca Juga: Kaya Dunia Miskin di Akhirat atau Sebaliknya? Simak Penjelasan UAHMenurutnya, melanggar
lampu merah bisa menjadikan seorang muslim berdosa. Untuk itu, dia pun mengimbau agar kaum muslim bisa taat dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
"Kalau sudah lampu hijau Anda berjalan kemudian nabrak orang, Anda tidak dosa. Tapi kalau lampu merah Anda tetap menyebrang lalu menabrak orang, maka dosa Anda," ujarnya.
Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al Bahjah itu menuturkan, setiap peraturan pemerintah yang memiliki maslahat wajib untuk dipatuhi. Mematuhi peraturan ini tergolong ibadah.
Baca Juga: Sosiolog Nilai Fenomena Pamer Harta Indikasi Moral Pejabat Merosot"Budaya patuh itu penting kepada peraturan yang sudah ditetapkan. Apalagi peraturan itu menyangkut ketertiban, termasuk lalu lintas, antrean, dan sebagainya," ucap Buya.
Lucunya lagi, lanjut Buya, masyarakat Indonesia seringkali mengucap Basmalah untuk melanggar sebuah aturan. Hal tersebut adalah kekeliruan yang sering terjadi di tengah masyarakat.
"Kita kadang ucap "Bismillah" lalu terobos lampu merah. Ini tawakal yang salah. Maka orang Islam harusnya bisa menjadi contoh yang baik untuk orang lain karena patuh itu penting," tuturnya.
Baca Juga:
Ciri Orang Sombong, Bukan Cuma Mereka yang Bergelimang Harta
Memahami Esensi Zuhud, Tak Sekadar Menjauhi Dunia(gar)