LANGIT7.ID, Jakarta - Ulama asal Sumatera Utara, Prof. H.
Ustaz Abdul Somad (UAS), menjelaskan, salah satu mukjizat Rasulullah yang jarang diketahui adalah jawami’ al-kalam.
Jawami’ al-kalam berarti ucapa yang berisi penjelasan yang kalimatnya ringkas tapi padat makna.
“Nabi Muhammad SAW kalau berbicara tidak panjang lebar, nanti ahli fikih yang menyusunnya secara sistematis, Nabi punya mukjizat
jawami’ al-kalim yakni ngomongnya pendek tapi penjelasannya panjang,” kata UAS dalam kajiannya melalui zoom, Rabu (1/3/2023).
Jawami’ al-kalam menjadi keistimewaan Rasulullah SAW karena tidak diberikan kepada nabi-nabi sebelumnya. Terdapat hadits shahih yang menegaskan hal tersebut. Salah satunya dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:
Baca Juga: Cerita Ustaz Abdul Somad Terinspirasi Ibu-Ibu Pengajian“Aku Diberi kelebihan dibandingkan nabi-nabi sebelumku dengan enam hal: aku diberi Jawami’ al-kalim, aku ditolong dengan rasa takut yang disematkan di hati para musuh.” (HR Muslim 1195 & Turmudzi 1640)
Dalam riwayat lain, juga dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Aku diutus dengan membawa
Jawami’ al-Kalim.” (HR Bukhari 2977)
UAS mencontohkan penerapan
Jawami’ al-kalam pada saat ini. Misalnya, ada orang tua yang bertanya tentang kriteria calon suami untuk anaknya. Masalah ini Sudah dijawab oleh Rasulullah SAW dengan kalimat pendek tapi berbobot.
Baca Juga: Hercules Ketemu UAS di Masjid Nabawi, Akrab dan Ngobrol Santai“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridai agama dan ahlaknya, maka nikahkanlah dia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan di muka bumi.” (HR Tirmidzi 1085. Al Albani berkata dalam Shahih At Tirmidzi bahwa hadits ini hasan lighairihi)
Menurut UAS, kandungan hadits tersebut sangat dalam. Laki-laki harus memiliki dua sifat utama tersebut yakni agamanya baik dan ahlaknya mulia. Ini karena banyak orang yang beragama dengan baik, tapi ahlaknya buruk.
“Ada orang yang baik agamanya, tapi tidak baik ahlaknya. Salat rajin, puasa sunah, tetapi ngomongnya kasar. Ingat saya pesan nabi, ada orang yang baik agamanya, salat rajin, sedekah rajin, tapi tidak baik ahlaknya,” ungkap UAS.
Baca Juga: 2 Makna Syifa dalam Al Quran, Begini Cara MemahaminyaAda pula orang dengan karakter sebaliknya, yakni ahlaknya baik tapi agamanya kurang. Misalnya punya tutur kata dan berperilaku baik kepada sesama manusia, tapi tidak pernah salat.
“Ada kebalikan juga. Orangnya sopan, baik, sering ngasih hadiah, tapi rupanya tidak salat. Jadi, nabi itu ucapannya luar biasa, tajam sekali. Sifat laki-laki dua, agamanya baik, ahlaknya baik,” ujar UAS.
Dari hadits ini pula diturunkan hukum fikih. Seseorang bisa mencari tahu karakter calon suami atau istri dari keluarga calon, sahabat, tetangga, dan orang-orang yang dekat dengan si calon tersebut.
Baca Juga: Meneladani Kemuliaan Adab Rasulullah dan Para Sahabat“Bagaimana kita tahu, kita kan tidak boleh pacaran. Ta’aruf hanya ketemu sebentar. Maka, dia punya ayah, punya Ibu, punya tetangga, punya sahabat, boleh kita cari tahu. Kalau salatnya rajin, agamanya bagus, dan berahlak karimah, nah ini dia orang yang layak dijadikan imam,” ungkap UAS.
(jqf)