LANGIT7.ID - , Jakarta - Islam menempatkan peran ibu dalam keluarga sebagai
madrasah pertama bagi anak-anaknya. Sementara ayah sebagai kepala sekolahnya. Artinya, peran orang tua sangat berpengaruh dalam proses
pembentukan karakter anak.
Mengutip perkataan
Imam Ghazali, "anak adalah amanah di tangan kedua orang tuanya. Hatinya yang suci adalah mutiara yang masih mentah, belum dipahat, maupun dibentuk. Mutiara ini dapat dibentuk dalam bentuk apapun dan condong kepada segala sesuatu. Apabila dibiasakan dan diajari dengan kebaikan, maka dia akan tumbuh dalam kebaikan itu".
Baca juga: Kepercayaan Diri Ibu Berpengaruh pada Pola Asuh AnakMengacu dari Imam Ghazali, Dosen
Universitas Muhammadiyah Jakarta Rohimi Zam Zam menyimpulkan bahwa lingkungan berperan penting dan berpengaruh dalam pembentukan karakter seorang anak, terutama pendidikan di dalam keluarga.
"Salah satu tanggung jawab orang tua atas anak yang diamanahkan kepadanya adalah berusaha mendidik anak itu dengan sebaik-baiknya melalui pola asuh yang tepat, karena tanpa pendidikan dan pola asuh yang tepat, mustahil anak bisa menjadi generasi yang berkualitas," kata Rohimi, dikutip dari Suara Aisyiyah.
Menurut Rohomi, pola asuh yang diterapkan oleh orang tua akan menentukan baik atau tidaknya akhlak seorang anak.
“Memang dalam proses pengasuhan itu tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan anak dan tidak sesederhana seperti membalik telapak tangan, jadi butuh usaha dan keteladanan,” jelasnya.
Baca juga: 4 Penyebab Anak Jadi Generasi Stroberi, Pola Asuh Jadi PentingSementara dalam penerapan pola asuh terhadap anak, menurutnya, harus sesuai dengan perkembangan dan tahapan usia anak.
Teladan umat Islam, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, memerintahkan setiap orang tua untuk memanjakan, mengasihi dan menyayangi anak dengan kasih sayang tak terbatas saat anak berusia 1-7 tahun.
Kemudian, pada usia 7-14 tahun, orang tua mulai menanamkan disiplin kepada anak dengan mengajar dan menyuruh mereka untuk mengerjakan salat.
"Pada usia 14-21 tahun, orang tua sudah semestinya mendidik anak dengan cara menjadikannya sahabat dalam berdiskusi serta mengajaknya ikut dalam membincangkan masalah keluarga," terang Rohimi.
Selanjutnya, saat anak menginjak usia di atas 21 tahun, orang tua sudah boleh melepaskan anaknya untuk belajar menempuh hidup, tetapi tetap dengan melihat perkembangannya.
Baca juga: Khutbah Jumat: Pola Asuh Anak Agar Tidak Berperilaku MenyimpangRohimi pun menyebutkan beberapa metode dalam mendidik anak.
1. Keteladanan yaitu dengan menerapkan kepada anak sifat-sifat jujur.
2. Pembiasaan, yakni dengan kebiasaan mencontohkan dari hal-hal yang baik.
3. Nasihat. Dalam metode ini, orang tua harus memilih waktu dan tempat yang tepat.
4. Perhatian.
5. Metode pujian dan sanjungan dengan sebisa mungkin memberikan pujian sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha dan prestasi anak.
6. Hukuman. Rohimi menyarankan orang tua untuk menghindari hukuman dalam bentuk bentakan atau perkataan buruk.
"Karena hal itu akan membuat luka hati bagi anak dan akan membekas pada dirinya sampai kapanpun," jelasnya.
Baca juga: 4 Tips Parenting, Pola Asuh Pengaruhi Prestasi Buah Hati(est)