Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Marak Kasus Bullying, Ini Alasan Kenapa Anak Bisa Merundung

Muhajirin Jum'at, 03 Maret 2023 - 08:46 WIB
Marak Kasus Bullying, Ini Alasan Kenapa Anak Bisa Merundung
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Perilaku intimidasi atau mem-bully seringkali dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kebutuhan dasar akan pengakuan, perhatian, dan persetujuan. Cara ini adalah upaya yang salah arah untuk meningkatkan popularitas dengan membuat orang lain terlihat kecil.

Pakar di bidang bullying Inggris, Elizabeth Nassem, mengatakan, jika anak-anak populer, mereka bisa mencapai rasa hormat, pengaruh, kekaguman dan kepemimpinan dari teman-temannya. Sayangnya, mereka mengorbankan anak-anak lain.

“Alasan lain anak muda menjadi pelaku intimidasi adalah karena mereka telah dianiaya, mengalami rasa malu, atau diintimidasi oleh teman sebaya, orang tua, atau saudara kandung. Mereka menggertak orang lain sebagai upaya untuk membalas dendam dan mendapatkan kembali rasa harga diri,” kata Elizabeth, dikutip laman The Conversation, Jumat (3/3/2023).

Baca Juga: Anak SD Bunuh Diri karena Dibully, Perundung Jangan Dianggap Sepele

Ada pula alasan sistemik mengapa anak muda melakukan bully. Bisa karena sekolah yang tidak mengawasi siswa secara memadai, juga memiliki praktik atau kebijakan yang mengecualikan anak muda dengan beragam kebutuhan. Hal itu dapat berkontribusi terhadap intimidasi.

“Ketika sistem mengecualikan atau mempermalukan anak muda, anak muda di dalam sistem lebih cenderung melakukan hal yang sama,” ujar Elizabeth.

Bullying Bisa Dilakukan Secara Terbuka dan Tersembunyi

Bullying dapat dilakukan secara terbuka dengan tindakan yang dapat diamati seperti menendang atau menyebut nama, atau bisa juga terselubung yang lebih tersembunyi dan bisa berupa bisikan, pengucilan, dan rumor.

Baca Juga: Waspada Cyberbullying pada Anak, Pahami dan Atasi Segera

Dalam hal ini, siswa laki-laki maupun perempuan kemungkina besar pernah mengalami bullying dan cenderung pernah melakukan bully. Anak-anak laki-laki lebih cenderung melakukan bully secara terbuka. Sedangkan, perempuan lebih cenderung terlibat dalam bully secara tersembunyi melalui perilaku sosial dan dunia maya.

Survei Mission Australia 2019 menemukan 21% anak muda berusia 15–19 tahun melaporkan perundungan dalam 12 bulan terakhir. Dari mereka yang pernah di-bully, hampir 80% mengatakan bahwa bullying terjadi di sekolah.

Lebih dari 70% mengatakan bullying itu verbal, 61% mengatakan itu sosial, 36,5% mengatakan itu cyberbullying dan sekitar 20% mengatakan itu fisik.

Baca Juga: Kisah Ramla Ali dari Pengungsi Somalia, Korban Bullying, hingga Atlet Tinju

Ada sedikit data konkret tentang pengalaman bully anak-anak yang lebih muda. Salah satu alasannya adalah mereka cenderung melaporkan perilaku yang tidak dapat didefinisikan sebagai intimidasi. Misalnya, seorang anak kecil mungkin percaya bahwa mereka sedang diintimidasi jika seseorang tidak mau bermain dengan mereka.

“Penindasan dalam kelompok usia ini juga dapat dilihat oleh beberapa peneliti dan pendidik dengan kurang perhatian karena dapat disalah artikan sebagai bagian ‘normal’ dari masa kanak-kanak,” demikian menurut survei tersebut.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)