LANGIT7.ID, Jakarta - Pendiri Sirah Community Indonesia (SCI), Ustadz Asep Sobari, mengungkapkan sifat dasar
Muhammad sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul. Beliau memiliki sifat kepedulian dan kasih sayang terhadap lingkungan sekitarnya.
"Sifat dasar Rasul itu sangat penyayang kepada lingkungannya. Beliau tidak rela ada masalah-masalah gitu yang menimpa orang lain. Apalagi setelah menjadi nabi, ada amanah,” kata Ustadz Asep Sobari di Sirah TV, Selasa (14/3/2023).
Ustadz Asep mengambil contoh saat Rasulullah sering ke Gua Hira. Rasulullah datang ke tempat tersebut bukan untuk rekreasi, tetapi untuk beribadah dan berdoa mencari solusi untuk masalah-masalah yang terjadi di tengah masyarakat Arab.
Baca Juga: Romantisme ala Rasulullah, Mencium Istri hingga Bantu Beberes Rumah"Cara itu bukan dalam rangka justru beliau menjauhi umatnya, justru memang beliau sedang mencari inspirasi karena beliau untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di tengah masyarakat waktu itu," ujar Ustadz Asep.
Ustadz Asep juga menekankan, Rasulullah telah memiliki sifat dasar yang sangat bersimpati dan berempati terhadap persoalan orang lain sejak sebelum menjadi nabi. "Beliau itu bahkan sebelum menjadi nabi sekalipun sudah memiliki kepedulian terhadap sekitarnya, lingkungan. Jadi, bukan karena beliau menjadi Nabi kemudian menjadi semakin peduli," tegasnya.
Sifat penyayang Rasulullah terhadap umatnya juga terbukti dari pernyataan Bunda Khadijah ketika menenangkan Rasulullah. Bunda Khadijah menyebut Rasulullah sebagai sosok yang sangat peduli terhadap lingkungan sekitar, rajin bersedekah, dan sejumlah ahlak mulia lainnya.
Baca Juga: Fitnah Terberat yang Dialami Rasulullah, Berhadapan dengan Orang Munafik"Ini kan sifat rasul sebelum menjadi nabi, beliau itu punya kepedulian yang luar biasa. Kalau ada orang kesulitan aja udah angkat kesulitannya. Bukan beliau ringankan, itu kan mengangkat kesulitan, jadi kesulitan orang itu dirasa beban lalu beliau menyelesaikannya," tutur Ustadz Asep.
Dalam menjalankan tugas sebagai nabi, Rasulullah juga harus menghadapi tantangan dan tidak bisa berada di zona nyaman. Meskipun mendapat banyak ujian, tetapi kecintaan kepada umatnya tidak pernah berubah.
"Seberapa kuat pun keinginan, ambisimu atau mengimankan mereka, nggak akan bisa, karena memang Allah menciptakan manusia ada yang beriman, ada yang tidak beriman. Jadi pengen Rasul tuh begitu. Jadi ini satu hal yang pasti, ya, berdasarkan ayat tadi juga hukum Rasulullah. Itu sangat menyayangi umatnya," jelas Ustadz Asep.
(jqf)