LANGIT7.ID, Jakarta - Mendekati
bulan Ramadan, ziarah makam wali menjadi salah satu kebiasaan masyarakat muslim. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh agama, ziarah makam juga dapat memberikan nilai spiritual bagi yang melakukannya.
DKI Jakarta memiliki sejarah panjang sebagai pusat penyebaran agama Islam di Indonesia, dan kini menjadi tempat bagi banyak makam wali yang dihormati oleh masyarakat muslim. Terdapat banyak makam wali-wali Allah di ibu kota yang kerap menjadi destinasi
ziarah.
Mengutip dari Jakarta.go.id, Senin (20/3/2023), berikut ini 5 makam wali di Jakarta yang bisa dikunjungi untuk berziarah:
Baca Juga: Musim Ziarah, Begini Hukum Masuk ke Area Pemakaman Memakai Sandal1. Makam Luar BatangMasjid Jami Luar Batang kerap menjadi tujuan destinasi ziarah kubur masyarakat Jakarta dan berbagai daerah. Masjid yang terletak di daerah Penjaringan, Jakarta Utara ini terdapat makam seorang ulama bernama Habib Husein bin Abubakar bin Abdillah Alaydrus atau lebih dikenal dengan Habib Husein.
Masjid Jami Keramat Luar Batang dibangun pada abad ke-18 oleh Al-Habib Husein bin Abubakar Alaydrus, yang kemudian menjadi pusat penyebaran agama Islam di wilayah pelabuhan Sunda Kelapa. Habib Husein berasal dari Hadramaut yang hijrah ke tanah Jawa melalui Pelabuhan Sunda Kelapa pada 1736.
2. Makam Habib KuncungHabib Kuncung adalah nama populer untuk Habib Ahmad Bin Alwi Al-Haddad yang makamnya berada di Jalan Rawajati Timur II No.69, RT.3/RW.8, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, tak jauh dari Stasiun Kalibata. Banyak orang berziarah ke makam keramat Al Habib Ahmad Bin Alwi Al Haddad Habib Kuncung untuk mengambil keberkahan ilmu dan sosoknya.
Orang berziarah sambil merenungkan cara hidup yang harus dijalani dengan tawadhu serta kesholehan yang utuh. Hal itu sebagaimana dicontohkan Rasulullah dan dijalani oleh Habib yang kerap memakai kopiah pemberian bangsawan Bugis yang berbentuk kerucut atau kuncung semasa hidupnya.
3. Makam Al HawiMasyarakat bisa mengunjungi Makam Al Hawi di Condet, Jakarta Timur dalam rangka berziarah makam ulama jelang Ramadhan. Episentrum keramat di makam Al Hawi adalah makam Habib Mukhsin bin Muhammad Alatas yang wafat pada 1938.
Selain itu terdapat pula makam Habib Muhammad bin Ahmad bin Alhaddad, Habib Ali bin Husin Alatas, Habib Muchsin bin Sholeh Alatas, Habib Umar bin Muhammad Alatas, Habib Husin bin Umar bin Syech Abu Bakar, Habib Ahmad bin Husin bin Jindan, Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, Habib Abdul Kadir bin Muhammad Alhaddad, dan Habib Zain bin Abdullah Alaydrus.
Baca Juga: Hikmah Larangan Mencabut Rumput di Atas Makam4. Makam Habib Ali KwitangDestinasi wisata religi ziarah makam wali di Jakarta salah satunya adalah Makam Habib Ali Kwitang di Masjid Jami Al Riyadh di Jalan Kembang Raya No.6, RT.1/RW.2, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Masjid Al-Riyadh merupakan pusat penyebaran agama Islam di jantung ibu kota.
Habib Ali merupakan sosok penting dalam penyebaran Islam di Jakarta yang terkoneksi dengan jaringan habaib di seluruh Nusantara dan Haramain. Habib Ali bahkan menjadi penyambung generasi sebelumnya dengan generasi sesudahnya, serta menjadi jembatan antara ulama nusantara dengan ulama Haramain.
5. Gubah Al HaddadGubah Al Haddad di Koja, Jakarta Utara adalah nama lain kompleks Makam Keramat Mbah Priok atau Habib Hasan Al Haddad, seorang ulama besar dan tokoh penyebar Islam di tanah Jakarta. Mbah Priok wafat pada 1756, tepatnya saat berumur 29 tahun.
Di kalangan masyarakat, makam Mbah Priok dikenal sebagai salah satu makam keramat. Masyarakat setempat menganggap Mbah Priok sebagai seorang wali atau aulia yang memiliki kedekatan dengan Tuhan.
Baca Juga:
Sunnah Menabur Bunga di Atas Makam dan Makruh Menyapunya hingga Kering
Ziarah ke Masjid Mudzaffar Syah, Masjid Tertua di Thailand(gar)