LANGIT7.ID, Jakarta - Kehidupan sering kali memberikan tantangan yang berat dan membuat kita merasa lelah. Namun, seberapa sering kita merenung tentang betapa berharganya hidup ini?
Pendakwah
Ustaz Abdul Somad (UAS) mengingatkan, banyak orang yang menginginkan hidup pada hari ini, tapi kemarin sore malaikat maut sudah mencabut nyawanya. Hari ini mereka tidak lagi bisa hadir di shalat Jumat dan tidak ada lagi kesempatan untuk melakukan kebaikan.
"Banyak orang yang sehat walafiat pada hari ini, namun ada yang dicabut Allah dari dalam badannya. Rohnya masih bersemayam dalam jasad, tapi yang dicabut adalah nikmat iman dan Islam," kata UAS dalam salah satu ceramahnya, Jumat (24/3/2023).
Baca Juga: Selain Fisik, Puasa Ramadhan Punya Manfaat bagi Kesehatan MentalJika nikmat iman dan Islam dicabut dari dalam diri seseorang, lanjut UAS maka dia tidak lagi merasa takut pada azab kubur atau azab neraka. Laknat yang paling mengerikan bukan miskin makanan atau sakit, melainkan ketika tidak ada rasa takut dalam hati.
UAS menuturkan, dalam era yang semakin canggih saat ini, rumah sakit semakin banyak dan dokter-dokter spesialis lulusan luar negeri bertebaran seperti bintang di tengah lautan. Namun, hal tersebut tak membuat umur manusia bertambah ataupun menghilangkan penyakit yang berkeliaran.
"Pada zaman datuk nenek kita, mereka bisa hidup hingga tujuh puluh tahun dengan kesehatan yang prima. Namun, pada zaman sekarang, meskipun teknologi semakin maju, hidup manusia semakin singkat dan tidak bermakna," tutur UAS.
Menurut UAS, banyak orang yang lebih muda dan lebih sehat meninggal lebih dulu. Oleh karena itu, yang perlu disiapkan adalah ketika roh keluar dari jasad, bukan seperti tetesan embun yang jatuh dari daunnya yang basah atau air liur yang keluar dari mulut.
"Sakaratul maut akan terasa seperti kambing yang dikuliti hidup-hidup. Tebasan pedang yang diulang beratus kali, atau seperti mata kail pancing yang ditarik dari kulit yang basah," ucap UAS.
Baca Juga: Cara Allah Menjaga Mood Hamba-Nya, Diilhami Amal ShalihNamun, ada cara untuk meringankan sakaratul maut, yaitu dengan bersedekah. Ketika kita bersedekah, seperti menafkahkan sebagian harta untuk membangun masjid, menolong orang yang membutuhkan, dan tak lupa berdoa kepada Allah SWT.
Selain itu, perbanyak pula amalan-amalan shalih lain agar bisa mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
"Kita harus selalu berpikir positif dan selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Kita juga harus selalu ingat bahwa hidup ini sangat berharga dan setiap detiknya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," ungkap UAS.
Ketika merasa lelah dengan hidup ini, ucap UAS, harus ingat bahwa kehidupan di dunia hanya sementara dan setiap manusia akan kembali kepada-Nya suatu saat nanti.
"Jangan biarkan hidup ini membuat kita merasa lelah dan putus asa. Kita harus terus berusaha dan berdoa kepada Allah untuk memberikan kekuatan dan kemudahan dalam menghadapi segala tantangan hidup ini," tambahnya.
Baca Juga:
4 Manfaat Salat, Rem dari Maksiat dan Picu Kesembuhan
Jangan Pernah Ucapkan 5 Hal Ini pada Orang yang Dilanda Masalah(gar)