LANGIT7.ID, Jakarta -
Artificial Intelligence (AI) menjadi gempita baru dengan munculnya ChatGPT. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Kecerdasan Artificial dan Keamanan Siber (PR KAKS) turut melaksanakan riset mengenai salah satu aplikasi AI ini.
Kepala PR KAKS BRIN Anto Satriyo Nugroho mengatakan, AI akan berpengaruh dalam mengubah peradaban manusia. Tetapi, tidak dalam jangka pendek, melainkan dalam jangka panjang.
Menurutnya, banyak pekerjaan manusia yang akan tergantikan meskipun tidak semua. Oleh karena itu, manusia perlu tekun, belajar, melakukan penelitian supaya inovasi dan penelitian selalu meningkat dan terus berkembang karena motornya adalah manusia.
Baca Juga: Filsafat UGM-UNESCO Rancang Pedoman Etis Pemanfaatan AI"AI adalah bagaimana sistem mampu menafsirkan data eksternal secara benar untuk belajar dari data tersebut, dan menggunakannya untuk pembelajaran, agar tercapai tugas tertentu secara optimal, serta memiliki kemampuan adaptasi yang fleksibel," ujarnya pada Bincang Sains Kawasan Bandung Garut (Bisaan Bangga) live di YouTube BRIN Indonesia, dikutip Ahad (26/3/2023).
Anto mengungkapkan, AI memiliki cakupan yang sangat luas, seperti
machine learning,
problem solving,
knowledge listening and planning,
knowledge,
communicating,
and acting. Sedangkan di
BRIN hanya satu bagian yang diteliti.
Dia menjelaskan, sistem yang memakai AI akurasinya sangat beragam. "Contoh dari tulisan Jepang kolaborasi dengan PT. Sanyo, akurasi dari sistem yang mampu mengenali tulisan tangan seseorang yang berupa angka 0-9 dipakai pada facsimile, akurasinya sekitar 99 persen," ungkap Anto.
"Sedangkan hal lain pada perekaman KTP elektronik di Indonesia, ada aturan dari Kemendagri dan Disdukcapil bahwa untuk akurasi, error-nya maksimal 3 persen," ujarnya.
Baca Juga: AI Diklaim Mampu Tekan Biaya Produksi dan Perkuat Efisiensi IndustriAnto menyebutkan, contoh kegiatan-kegiatan sederhana yang merupakan AI. Mulai dari google translate, google maps, aplikasi waze, pengenal sidik jari (forensik digital) untuk identifikasi korban baik kecelakaan maupun pembunuhan, dan aplikasi math way yang bisa menyelesaikan persoalan matematika.
Karakteristik AI menyimpan akumulasi pengetahuan dan menyampaikannya secara akurat, sehingga keunggulannya mampu merangkum berbagai pengetahuan dan ingatan. AI memiliki beragam manfaat, yaitu mengefisiensikan waktu, meningkatkan produktivitas, meminimalisir kesalahan manusia, dan membantu difabel untuk berkomunikasi.
"Meskipun akurasinya tinggi, tetapi AI juga bisa ada kekurangan, tidak 100 persen benar. Misalnya, ketika menggunakan maps bisa tidak sesuai," ucap Anto.
"Ada contoh lainnya, kasus seseorang yang dituduh membunuh, dikarenakan ditemukan 15 jumlah titik sidik jari yang mirip pada barang yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tetapi, pihak Spanyol tidak menyetujui tuduhan tersebut sehingga diproses dan diselidiki lebih lanjut," lanjutnya.
Baca Juga: Rentan Plagiarisme, Pakar Hukum Minta Penggunaan ChatGPT Dilarang di KampusDalam aplikasinya, AI sangat membutuhkan listrik dan jaringan internet, sehingga tidak bisa dimanfaatkan jika hal tersebut tidak ada. PR KAKS BRIN telah melaksanakan beberapa penelitian bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi seperti ITB, UGM, Universitas Jenderal Soedirman, UPI, dan lainnya.
Dikatakan Anto, perkembangan AI di Indonesia sangat luas, yang mengerjakan AI ada beberapa perguruan tinggi. Selain itu, industri juga mengembangkan perangkat lunak AI di Indonesia.
"Jika ingin mengetahui lebih jauh, maka bisa ikut komunitas Indonesian Artificial Intelligence Society (IAIS)-komunitas peminat AI, dan juga komunitas Indonesian Association for Pattern Recognition (INAPR), serta berbagai komunitas di internet," tuturnya.
Baca Juga:
Apakah ChatGPT Bisa Menggantikan Otoritas Keagamaan?
ChatGPT Bisa Bantu Bikin Kultum Ramadhan, Begini Caranya(gar)