LANGIT7.ID-, Jakarta- -
Muslimah yang tinggal di negara minoritas muslim memiliki tantangan tersendiri dalam memilih pakaian syar'i. Hal itu pula yang dirasakan Hadjer Bendifallah. Dia kesulitan mencari pakaian yang nyaman dan tidak melanggar nilai-nilai Islam.
Tinggal di Winnipeg, Manitoba, Kanada masalah Hadjer dirasakan oleh banyak muslimah lain. Mereka tidak memiliki cukup tempat untuk membeli busana sederhana yang sesuai dengan gaya hidup dan nilai Islam.
"Tidak mudah menemukan pakaian yang memenuhi kriteria busana Islami. Sering kali bagi saya, saya mencoba menyesuaikan dengan apa yang ditawarkan di pasar, karena penawarannya terbatas. Jadi, tidak mudah mencari pakaian," ujar Bendifallah, yang pindah dari Aljazair ke Winnipeg pada 2020, dikutip CBC, Kamis (1/6/2023).
Keresahan tersebut mengetuk hati seorang desainer muslimah untuk membuat karya yang mudah dijangkau para muslimah di Kanada. Dia berfokus mendesain hijab dan abaya. Dia mengimpor barang dari Dubai, Turki, dan Arab Saudi.
"Saya pikir ini kesempatan bagus bagi komunitas kami. Mudah ditemukan di sini," kata Seid.
Baca juga:
Muslimah Ini Rancang Busana Olahraga Syar'i, Terinspirasi dari Kecintaan Bola BasketHafsa Altaf, desainer dan seniman lokal yang fokus dalam busana sederhana modern, juga menjalankan merek Fashion by Hafsa. Dia berharap dapat memberi orang pilihan yang menyenangkan dan kreatif untuk mewakili diri mereka sendiri tanpa mengorbankan nilai-nilai mereka. Dia terkejut mendapatkan banyak bisnis dari wanita non-muslim.
“Salah satu contohnya adalah pakaian Islami musim panas. Saya menemukan bahwa banyak non-Muslim juga memakainya. Ini sesuai dengan masyarakat multikultural dan menerima di Kanada, yang luar biasa," kata Altaf.

(ori)