LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kerry Rahma Eldars adalah muslimah Irlandia yang sudah bertahun-tahun ingin bergabung dengan
klub tinju. Namun, dia tidak menemukan klub tinju yang ramah muslim di Irlandia. Itu selalu menjadi penghalang baginya.
Kerry sangat senang saat tahu bahwa Klub Tinju Tralee menyediakan tempat para muslimah yang ingin bermain tinju. Dia lalu mengikuti sesi latihan pada 2022. Hal itu tak pernah terbayangkan bagi Kerry sebelumnya. Dia bisa menyalurkan hobi di atas ring.
“Sebagai seorang gadis muslim, saya merasa klub itu bagus untuk mengembangkan karakter saya, meningkatkan kepercayaan diri saya, dan memberi saya kekuatan yang belum pernah saya miliki sebelumnya,” kata Kerry, dikutip Independent, Sabtu (3/6/2023).
Kerry mendapat informasi terkait Tralee Boxing Club dari sekretaris klub, Lynda. Di klub itu dia merasa diterima dan diperlakukan sebagaimana atlet tinju lain. Dia pun merekomendasikan kepada muslimah lain yang ingin mengasah bakat di ring tinju.
Baca juga:
Fakta Menarik Argentina, Punya Masjid Terbesar di Amerika Latin“Saya ingin mengucapkan terima kasih khusus kepada Lynda karena membuat saya merasa disambut dan diterima segera. Saya akan sangat merekomendasikan klub ini kepada siapapun yang menginginkan keberanian dan kesuksesan,”ucap Kerry.
Tralee Boxing Club sudah berinisiatif menerima banyak muslimah sudah dimulai sejak 2022. Itu dimulai saat Lynda sekretaris klub dan pelatih Lynda McGrath menyambut Kerry sebagai anggota klub. Klub ini juga dilatih 40% pelatih perempuan. Itu membuat Tralee Boxing Club ramah bagi para Muslimah.
Tempat Aman Bagi MuslimahSampai hari ini, sekitar 20 muslimah dan anak-anak mengikuti sesi latihan pada Sabtu dan Ahad. Mereka bisa berlatih dan mendapat pengakuan dari para pelatih. Mereka selalu menikmati setiap sesi latihan.
“Mereka adalah wanita hebat. Mereka benar-benar menyukai olahraga tersebut, dan mereka menikmatinya. Kami adalah salah satu dari sedikit klub di Irlandia yang meluncurkan inisiatif ini. Awalnya, pada Minggu pagi, kami memiliki staf pelatih yang semuanya laki-laki. Tapi ini diubah menjadi semua staf perempuan, yang berarti perempuan muslim dapat diintegrasikan ke dalam kelas Minggu pagi kami,” ucap Lynda.
Lynda percaya tinju membangun kebugaran dan karakter pribadi. Dia berharap dapat mengembangkan klub itu dan memperkenalkan tinju kepada orang-orang dari segala usia dan kemampuan.
Baca juga:
Shalat Jumat Perdana Jamaah Haji Indonesia 2023 di Masjidil Haram“Saya sangat terkesan dengan tingkat ketertarikan wanita Muslim terhadap olahraga ini, mereka benar-benar siap untuk itu. Ini memberi kami kebanggaan dan kesenangan besar sebagai sebuah klub," kata Lynda.
“Kami telah melakukan ini untuk sektor lain di komunitas kami juga – beberapa di antaranya mungkin terpinggirkan karena disabilitas. Selalu ada bagian dari tinju yang dapat diikuti orang. Kami menemukan ini telah membentuk kehidupan orang; tinju adalah olahraga untuk semua orang, itu memberdayakan,” tutur Lynda menambahkan.

(ori)