Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home masjid detail berita

Akhlak Jaga Lisan, Berkata Baik atau Diam

Muhajirin Jum'at, 21 Juli 2023 - 14:00 WIB
Akhlak Jaga Lisan, Berkata Baik atau Diam
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan, menjaga lisan merupakan akhlak yang harus diperjuangkan karena memiliki peran yang besar. Dengan sebab lisan seseorang bisa masuk surga atau masuk neraka. Lisan, jika tidak dikelola dengan sangat baik, bisa menjadi sumber petaka.

"Orang murtad gara-gara lisan, orang jadi munafik gara-gara lisan. Sebaliknya, orang jadi mukmin juga gara-gara lisan, seorang hamba jadi dekat ke Allah gara-gara lisan (dzikir). Memiliki hubungan baik dengan sesama juga gara-gara lisan," kata Ustadz Fauzi Kajian Ahlak dan Adab, dikutip Jumat (21/7/2023).

Unsur-unsur berkata baik meliputi kalimat yang baik, yakni tidak mengandung unsur penghinaan kemaksiatan kesalahan kebohongan. Kedua, intonasi suara baik, ada kata baik tapi diucapkan dengan nada tinggi bisa memberi makna yang lain bahkan bisa menyakiti.

Intonasi suara sedang, yakni berbicara tidak seperti orang cerewet. Ketiga, Perlu juga memperhatikan gesture tubuh yakni mata, mimik wajah, mulut dan lainnya harus juga dijaga. "Poin pertama itu yang paling penting. Poin kedua lihat situasi kondisi (adaptasi). Poin ketiga dan keempat itu pilihan," ungkap Ustadz Fauzi.

Baca juga:Hijrah dan Umar bin Khattab, Nilai Toleransi dalam Islam

Peran lisan sangat luar biasa. Oleh karena itu, memberi peringatan dengan tegas, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka berkata baik atau diam." (HR Bukhari. 6475 dan Muslim No.47)

Dari hadits itu, kata Ustadz Fauzi, aslinya lisan adalah diam, lalu berkata-kata jika baik. Rasulullah SAW pun mencontohkan hal tersebut. Keseharian beliau cenderung diam. Menjaga lisan tidak sekadar kegiatan, tetapi harus menjadi sebuah karakter. Menjadi sesuatu yang diperjuangkan dan dipertahankan.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang dapat menjamin bagiku sesuatu yang berada di antara jenggotnya dan di antara kedua kakinya, maka aku akan menjamin baginya surga." (HR Bukhari No.6474).

"Dengan demikian dapat dikatakan bahwa menjaga lisan dan kemaluan itu adalah jalan menuju surga atau jalan menuju neraka," ucap Ustadz Fauzi.

Ustadz Fauzi menjelaskan, banyak ibadah-ibadah bersumber dari lisan. Banyak keburukan-keburukan sumbernya dari lisan. Oleh karena itu, jika seseorang menjaga lisan, maka dia bisa mendapatkan kesempatan meraih kebaikan dari lisan dan terhindar keburukan sebab lisan.

"Orang yang rajin berdzikir kepada Allah akan mendapatkan tempat tertinggi disisi-Nya dan dzikir itu ibadah lisan. Orang yang jujur kelak bersama dengan orang-orang yang jujur di akhirat dan jujur itu perilaku lisan. Dakwah, sholat, haji semua pakai lisan," ujarnya.

Demikian juga ketika lisan tidak terjaga walau satu kata, maka bisa membahayakan agama, membahayakan hubungan dengan keluargan, membahayakan hubungan sesama, dan puncaknya membahayakan hubungan dengan Allah.

Dalam situasi saat ini, menjaga lisan mencakup menjaga tulisan. Sebab, komunikasi hari ini tidak lagi menggunakan lisan, tapi juga komunikasi non verbal seperti whatsApp, Twitter, FB, Instagram, dll.

Baca juga:Pekerja Migran Meninggal di Arab Saudi, Sarbumusi Advokasi Kepulangan ke Indonesia

"Pastikan ketika men-share, men-tweet, berkomentar, menulis opini, dllnya dengan sangat hati². Ingatlah tulisanmu merupakan harimaumu. Tulisanmu bisa membawamu ke surga atau neraka. Bisa membawa hubungan baik atau buruk kepada sesama. Bisa memproduk amal kebaikan atau keburukan," ujar Ustadz Fauzi.

Ustadz Fauzi lalu memberikan beberapa tips yang bisa ditekuni agar menjaga lisan menjadi sebuah akhlak. Pertama, memperbanyak dzikrullah. Orang yang sibuk berdzikir, tidak berkesempatan banyak bicara dan saat bicara yang keluar adalah kata baik.

Kedua, penuhi kosakata baik di otak (proses ilmu) dengan membaca cerita baik dan mendengar pembicaraan baik. Hal itu diulang-ulang hingga melekat. Ketiga, mulai melatih bicara yang pas, simple atau melatih sedikit bicara.

"Ada akhlak yang termasuk di dalam bab menjaga lisan ini yaitu pada poin berkata baik. Telah disampaikan diatas bahwa menjaga lisan adalah berkata baik atau diam," ucap Ustadz Fauzi.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)