LANGIT7.ID-, Jakarta- - Peta politik di Indonesia mulai memanas. Sejauh ini ada empat tokoh yang digadang-gadang bakal menjadi calon presiden 2024.
Mereka adalah Anies Baswedan dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Prabowo Subianto dari Koalisi Indonesia Bersatu, dan dan Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan.
Merespons perubahan-erubahan tersebut, ada saja oknum-oknum yang saling mencaci, mengejek, hingga mengeluarkan kata-kata kotor kepada calon presiden yang diusung. Hal demikian bisa ditemukan di ruang media sosial.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya), menjelaskan, saling benci-membenci pada momentum Pemilu 2024 harus dihindari. Dia mengajak semua pihak mewujudkan perdamaian, khususnya saat Pemilu dan Pilpres 2024 nanti.
Baca juga:
Suhu Politik Jelang 2024 Makin Dinamis, PBNU Keluarkan Imbauan Ini"Kami seru kepada semuanya mari kita menjadi jurudamai di negeri ini untuk mewujudkan perdamaian dan kedamaian, khususnya di Pemilu atau Pemilihan Presiden 2024. Ayo kita laksanakan dengan penuh keindahan," kata Buya Yahya melalui kanal Al Bahjah TV, dikutip Senin (4/9/2023).
Dia berpesan agar tim sukses atau pendukung salah satu calon presiden cukup menyinggung pilihannya saja, tanpa harus mencaci calon lain. Kedua, tidak perlu terpancing lalu membalas dengan cacian jika ada orang yang mencaci calon presiden yang kita pilih.
"Jika hal ini Anda laksanakan, insya Allah akan indah, sehingga berbeda pilihan tidak menjadikan kita bermusuhan. Bisa minum teh bersama, tetap indah. Ini yang perlu kami sampaikan. Mari jadi jurudamai. Uhibbukum fillah, kami cintai semua karena Allah," ucap Buya Yahya.

(ori)