LANGIT7.ID-, Jakarta- - Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr Ngabila Salama, MKM, mengatakan bulan Ramadhan menjadi momen tepat bagi perokok untuk mengurangi, bahkan berhenti merokok.
"Bulan puasa ini menjadi waktu yang sangat tepat untuk berhenti merokok. Puasa ini bisa sangat mengurangi jumlah rokok kita. Itu adalah metode untuk berhenti merokok," kata Ngabila dalam webinar "Tips Puasa ala CERDIK" oleh Kementerian Kesehatan, yang dilihat Jumat (8/3/2024).
"Kalau misalnya sehari kita merokok 10 batang, karena berpuasa tentunya bisa kurangi dua sampai empat batang saja, saat sahur dan buka puasa," tambahnya.
Baca juga:
Sambut Ramadhan, Surabaya Suites Hotel Hadirkan Paket Kuliner Bikak SiyamKepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Tamansari Jakarta itu mengatakan, ada banyak hal positif dengan tidak merokok seperti pernafasan baik, tidak sesak, dan tidak bau mulut.
Selain momentum yang tepat bagi perokok untuk berhenti merokok, ada banyak manfaat bagi tubuh dari aktivitas puasa, bahkan pada penderita penyakit atau komorbid.
"Puasa itu menyehatkan badan. Kita yang sehat saja makin tambah sehat dengan berpuasa, teman-teman yang punya komorbid juga harus yakin puasa itu menyehatkan badan," terangnya.

Ia menjelaskan, salah satu manfaat puasa di antaranya untuk menstabilkan kadar tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga sebagai anti oksidan dan anti peradangan.
Pun begitu, lanjut Ngabila, ada beberapa kelompok yang perlu memperhatikan kondisi kesehatannya sebelum berpuasa, khususnya di bulan Ramadhan.
Karenanya, Ngabila menganjurkan untuk orang dengan komorbid atau kondisi khusus, berkonsultasi dengan dokter atau pada fasilitas kesehatan terdekat untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
"Penderita penyakit, termasuk bagi Ibu hamil dan Ibu menyusui disarankan konsultasi terlebih dahulu. Mereka butuh supervisi, kebutuhan nutrisi bagi janin juga harus dipenuhi," pungkasnya.

(ori)