LANGIT7.ID-, Washington- - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menyatakan dermaga sementara yang belum lama ini dipasang untuk mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza akan ditutup untuk perbaikan setelah ada bagian dari dermaga rusak akibat cuaca buruk.
Juru bicara Pentagon, Sabrina Singh, mengatakan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah pesisir Palestina tersebut melalui laut akan dihentikan sementara karena adanya perbaikan pada dermaga yang disebut “Trident”.
Salah satu bagian dari dermaga yang dipasang AS terlepas akibat gelombang tinggi dan pengaruh cuaca dari Afrika Utara, kata Singh.
"Pembangunan ulang dan perbaikan dermaga akan memakan waktu setidaknya lebih dari seminggu, dan setelah selesai, dermaga sementara ini perlu dipasang kembali ke pantai Gaza," katanya.
“Dengan demikian, setelah perbaikan dan perakitan kembali dermaga selesai, niatnya adalah untuk memasang kembali dermaga sementara tersebut ke pantai Gaza dan melanjutkan pengiriman bantuan kemanusiaan kepada orang-orang yang paling membutuhkan.”
Pengumuman ini muncul saat 20 kelompok kemanusiaan memperingatkan bahwa meskipun ada dermaga tersebut, pengiriman bantuan ke Gaza masih sangat tidak memadai karena pengeboman dan pengepungan Israel di wilayah tersebut sudah mendekati bulan kedelapan.
Serangan militer Israel telah menewaskan lebih dari 36.000 warga Palestina di seluruh Gaza sejak awal Oktober lalu.
Pengepungan Israel di wilayah tersebut telah menyebabkan kekurangan makanan, air, bahan bakar, obat-obatan, dan pasokan lainnya, bahkan memicu peringatan dari pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa kelaparan sedang terjadi.
Sebagai informasi, dermaga sementara yang dibangun AS di lepas pantai Gaza tersebut telah dikritik sejak awal pendirian, dengan para pembela hak asasi mengatakan bahwa pemerintahan Presiden AS Joe Biden seharusnya lebih banyak menekan Israel untuk memungkinkan pengiriman masuk melalui darat.
Namun Komando Pusat AS (CENTCOM) menepis kritikan itu dengan mengatakan bahwa 1.005 metrik ton bantuan telah dikirimkan ke Gaza melalui dermaga hingga Jumat, dengan 903 metrik ton didistribusikan dari titik transfer ke gudang PBB.
Meskipun dermaga senilai US$320 juta baru dibuka dua minggu yang lalu, dermaga tersebut telah menghadapi beberapa kemunduran.
Salah satunya minggu lalu, pengiriman sempat dihentikan selama dua hari setelah kerumunan orang menyerbu truk bantuan yang datang dari dermaga, dan menyebabkan seorang pria Palestina tewas ditembak.
(lam)