LANGIT7.ID - Saat melihat fenomena kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW di Belanda, seorang penulis sekaligus komikus Amerika Serikat ingin menampilkan wajah Islam yang ramah dengan bakatnya.
Gwendolyn Willow Wilson merasa munculnya penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW karena tak sedikit masyarakat di Barat yang asing dan tidak memahami Islam beserta umatnya dengan baik.
Beberapa tahun kemudian, Wilson menciptakan karakter baru di penerbit komik paling populer di Amerika Serikat yakni Marvel Comic. Wilson menciptakan karakter bernama Miss Marvel, superhero Muslim-Amerika pertama di komik tersebut. Karakternya bahkan memiliki serial komik sendiri dan menjadi best seller di Amerika Serikat. Bahkan komiknya sedang dalam proses adaptasi ke serial televisi.
Miss Marvel mengisahkan seorang remaja muslimah di New Jersey Amerika Serikat, Kamala Khan. Kamala adalah gadis keturunan Pakistan yang kemudian menjadi superhero yang mewarisi kekuatan Captain Marvel.
Tak hanya mengisahkan seorang gadis superhero, serial Miss Marvel juga mengisahkan kehidupan Kamala Khan sebagai gadis muslimah berikut berbagai persoalan remaja yang dihadapinya.
Kendati serial Miss Marvel menjadi best seller, tak sedikit pula yang mencibir Wilson. Di antaranya kelompok sayap kanan Amerika sangat marah dan menuduh Wilson menggunakan superhero untuk menyebarkan hukum Syariah. Menanggapi hal itu Wilson hanya tertawa.
Kisah Menjadi MualafWilson berlatarbelakang keluarga yang tidak terlalu religius, orang tuanya bahkan keluar dari Kristen dan menjadi Ateis. Saat Wilson kuliah di Universitas Boston untuk berkuliah di jurusan sejarah, mempelajari sejumlah agama seperti Buddha, Yudaisme, Kristen dan Islam.
Wilson hampir memutuskan untuk memeluk Yudaisme. Setelah mempelajari Yudaisme, dia fokus pada Islam. Ia tertarik pada Islam sebab menjadi seorang Muslim adalah semacam kesepakatan antara hamba dan Tuhan.
Pada tahun 2003, sesaat sebelum kelulusannya, Wilson berangkat ke Kairo mengajar bahasa Inggris. Selama perjalanan pesawat, Wilson lalu masuk Islam. Ia mengatakan bahwa dirinya berdamai dengan Tuhan.
"Dan kemudian saya memanggil Tuhan dengan nama Allah, " tutur Wilson.
Setibanya di Kairo, Wilson diam-diam mempraktikkan Islam. Tetapi setelah bertunangan dengan seorang Muslim asal Mesir, ia mulai mempraktekkan Islam secara lebih terbuka.
Awalnya Wilson dan temannya bertemu dengan seorang guru fisika bernama Omar yang menawarkan untuk mengajak mereka berkeliling dan bertindak sebagai tour guide. Beberapa bulan kemudian, Wilson dan Omar bertunangan. Kemudian, dia pindah bersamanya kembali ke Amerika Serikat, dengan Wilson kembali ke karir menulisnya, dan Omar menjadi advokat bagi para pengungsi.
*diolah dari berbagai sumber(jqf)