LANGIT7.ID-, Jakarta- - Arab Saudi telah mengecam "pembantaian genosida" yang sedang berlangsung oleh pasukan Israel sebagai tanggapan atas serangan terbaru Israel terhadap kamp pengungsi Palestina di Jalur Gaza selatan, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Kerajaan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.
"Kementerian Luar Negeri menyatakan kecaman dan penolakan Kerajaan Arab Saudi dalam istilah yang paling keras terhadap pembantaian genosida yang terus berlanjut terhadap rakyat Palestina oleh mesin perang Israel," katanya.
![Arab Saudi Kecam Keras Serangan Israel di Gaza]()
Jumlah korban tewas dalam serangan Israel di Khan Younis di Gaza selatan pada hari Sabtu meningkat menjadi 90 warga Palestina dengan 300 orang terluka, menurut kementerian kesehatan Gaza. Israel mengklaim serangan itu menargetkan pemimpin militer Hamas Mohammed Deif.
Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa klaim Israel yang menyebutkan telah menargetkan para pemimpin kelompok tersebut adalah palsu dan bertujuan untuk membenarkan serangan itu.
Serangan Israel juga dilaporkan menewaskan pemimpin lapangan Hamas, Muhammad Nahed Abu Hatab, menurut sumber Al Arabiya.
Kementerian kesehatan Gaza mengatakan pada hari Sabtu bahwa setidaknya 38.443 orang telah tewas dalam perang tersebut. Ditambahkan bahwa 88.481 orang telah terluka di Jalur Gaza sejak perang dimulai ketika militan Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober.
Arab Saudi dalam pernyataannya memperbaharui seruan untuk gencatan senjata segera dan permanen di Gaza serta "penyediaan perlindungan bagi warga sipil yang tidak bersenjata di semua wilayah Palestina yang diduduki."
Kerajaan juga mengatakan ada kebutuhan untuk mengaktifkan mekanisme akuntabilitas internasional terkait pelanggaran hukum humaniter internasional dan resolusi yang terus dilakukan Israel.
(lam)