Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Keluar dari ASN, Muslim Ini Sukses Bisnis Perkayuan

arif purniawan Kamis, 09 September 2021 - 15:00 WIB
Keluar dari ASN,  Muslim Ini Sukses Bisnis Perkayuan
Ilustrasi penggunaan genteng sirap untuk rumah. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Semarang - Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Semarang, Muhaimin, sukses menjadi pengusaha di bidang perkayuan. Siapa sangka, ia sebelumnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Agama. Akan tetapi, ada 2018 lalu, Imin, demikian sapaannya, memutuskan untuk keluar dari abdi negara.

Sebenarnya ia berniat keluar sejak 2015, tapi orang tuanya belum mengizinkan, meski istrinya sudah memberi lampu hijau untuk meninggalkan zona nyaman. Baru pada 2018, orang tuanya bisa menerima keputusan tersebut, setelah mendengarkan penjelasan paparan usahanya tersebut.

Usaha kayu ini mulai ditekuni sejak 2012, ketika masih menjadi ASN. Dia mengaku tidak memiliki pengetahuan sama sekali soal kayu. Seluk beluk bisinis ini ia dapat dari rekannya, yang menyarankan untuk berbisnis kayu karena sangat prospektif.

Baca juga: Dimulai dari Rumah, Muslimah Ini Sukses Kembangkan Usaha Bakery

Seiring berjalannya waktu, bukan hanya genteng sirap saja, tapi juga mengembangkan bisnis kayu untuk lantai rumah, tembok dan juga plafon, sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat.

“Hari ini kita diversifikasi produk, ada lantai kayu, dinding kayu dan plafon kayu. Mau tidak mau harus dilakukan, agar berkembang. Rumah joglo, kita support materialnya, kita berbagai rezeki dengan yang lain, karena ada fokus yang buat joglo,” kata Owner Sirap Mas Group Muhaimin di Channel Youtube Kaje Preneur Academy.

Ada cerita menarik, yang tak bisa dilupakannya ketika pasang kali pertama di toko bagus pada 2009. Saat itu ada calon pembeli sirap dari Bogor. Meski jual sirap, ia belum tahu wujud barangnya. Orang tersebut butuh 1000 meter. Belum tahu ada barangnya atau tidak, dijawab ada. Hatinya berdebar-debar dapat oder besar. Dan kemudian ditanyakan ke temannya diyakinkan bahwa barang ada.

Pembeli itu telepon lagi, tak berselang lama. Menanyakan cara memasang. “ Saya jawab saja, bapak ingin seperti apa, saya banyak model,”. Lalu handpone dimatikannya seolah-olah sinyal jelek, padahal ingin menghindar, mencari referensi dulu dari tukang kayu dan rekannya.

“Jawaban mantab saja. mencari strategi agar benar-benar tahu,” tutur eks Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ( IPNU) Jawa Tengah ini.

Menurutnya, kunci bisnis itu simpel, bisa menjual apa tidak. Kebetulan ia memiliki basic marketing. Bahkan, dulu pernah jualan durian, es lilin, pernah juga memasarkan kerupuk dan berualan kelinci.

Selama menjalani bisnis 3 tahun di perkayuan, yang terpenting sadar risiko. Sejak awal menyadari risiko timbul, karena bisnis itu fluktuatif, kadang ramai dan terkadang juga pasar sedang lesu.

“Yang paling berat itu, tidak ada order. Pembayaran macet juga pernah. Itu jadi bagian evaluasi, kita bangun sistem perusahaan seperti apa?. Itu jadi pengalaman, “ ucapnya.

Soal pengusaha dan tidak itu, sebenarnya tergantung mental masing-masing individu. Mental itu bukan soal ide, tapi ide harus dieksekusi menjadi sebuah tindakan.

Dikatakan, ketika orang menganggap ide itu mahal, menurutnya tidak. Tapi justru yang mahal eksekusinya. Perlu diingat, bisnis harus fokus di awal. Bahkan bisa diibaratkan bisa 2 x 24 jam. Kalau sudah seatle, bisnis jalan, pemiliknya sah-sah saja jika ingin menikmati liburan untuk mengusir penatnya mengurus usaha.

“Tantangan pertama, (ibarat) menembus langit pertama ,itu susah. Kalau sudah bisa menembus langit kedua. Tantangan kedua, setelah bisa melewati langit pertama, melihat semua emas. Dibisniskan semua menarik. Bisnis itu, modal utama bukan uang, tapi pertemanan dan jaringan,” paparnya.

Baca juga: Potensi Besar, Karyawan Ini Mantap Tekuni Budidaya Lele

Selain bekerja kerja, seorang pengusaha juga butuh sandaran, karena tidak selalu posisinya di atas. Berkeluh kesah kepada Tuhan, dengan istri dan keluarga, harus diseimbangkan dalam kehidupan di dunia ini.

“Yang diperkuat kekuatan batin. Kita ini tidak hanya mengandalkan akal, tapi hati kita kuat. Koneksi dengan Tuhan diperkuat,” ujarnya.

“Satu yang dititipkan bapak saya. diminta baca La khaula Walla Kuwwata illa 100 kali setiap habis Subuh. Beberapa waktu lalu, ada ijazah kiai NU suruh nambah Ya Latif 129 kali habis Magrib. Itu ijazah umum, silakan kalau mau diamalkan,” ungkapnya lagi.

Selama 13 tahun menjadi ASN, Imin terakhir mendapatkan gaji dari negara antara Rp5-6 juta/bulan, sudah termasuk tunjangan makan dan gaji. Setelah bisnisnya berkembang, dalam satu bulan bisa mengantongi omzet di atas Rp500 juta.

“Tapi fluktuatif. Memang saat jadi ASN, ibaratnya bukan nyaman, tapi aman, setiap bulan sudah mendapatkan gaji . Tapi saya keluar karena bosan menjalani rutinitas itu-itu saja, butuh penyegaran,” ujarnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)