LANGIT7.ID-, Jakarta- - Lahir di keluarga penganut Katolik dan dibesarkan serta dididik dengan ajaran Katolik, membuat Diogo Gonçalves da Fonseca dimusuhi sang ayah, lantaran memutuskan masuk Islam.
Diogo, sapaan akrabnya, mengucap kalimat Syahadat pada 31 Desember 2021. Ia merasa yakin menjadi seorang mualaf setelah melalui proses pemikiran dan pembelajaran yang cukup lama.
Keputusan besar tersebut menuai beragam reaksi dari keluarga, ada yang menyambut baik namun ada juga yang menentang keputusan tersebut.
“Ayah saya dan pihak keluarganya tinggal di Prancis selama beberapa dekade, bahkan ayah saya dan saudara perempuannya lahir di sana. Selama bertahun-tahun, ia selalu memuji teman-teman Muslim-nya semasa kecil, tetapi ketika saya memberi tahu dia bahwa saya telah masuk Islam, ia menanggapinya dengan sangat negatif,” ungkap Diogo kepada
Langit7.Sejak itu, hubungan ayah dan anak pun renggang. Diogo dan sang ayah sempat bersitegang dan bahkan sang ayah memusuhi dirinya. “Ia menuduh saya sebagai seorang ekstremis dan pembenci wanita, itu benar-benar menghancurkan hati saya.”
Baca juga:
Kisah Mualaf Pria Portugal yang Takjub Lihat Sholat Berjamaah di Masjid (1)Mendapat respons yang tidak baik dari ayahnya, membuat Diogo takut untuk menceritakan dirinya telah menjadi mualaf kepada sang ibu.
Ia khawatir reaksi ibu beserta keluarganya akan lebih buruk dari sang ayah. “Karena mereka adalah penganut Katolik yang sangat taat dan saya pikir mereka mungkin akan memiliki reaksi yang lebih buruk daripada ayah saya.”
Namun kekhawatiran Diogo tidak terbukti. Respons ibunya justru di luar perkiraan, sang ibu justru menunjukkan sikap menerima keputusan Diogo dan merasa ikut bahagia.
“Alhamdulillah, itu benar-benar kebalikannya. Ibu saya sangat bahagia untuk saya, ia sangat menerima pilihan saya, bahkan sampai hari ini ia melakukan segalanya untuk memenuhi kebutuhan agama saya dan istri saya. Ia bahkan mendapatkan lemari es terpisah di rumahnya untuk makanan halal kami,” ujar pria yang memiliki nama baru Yaqub Al-Andalusi itu.
“Sungguh, Nabi Muhammad Saw benar ketika mengatakan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu kita. Semoga Allah memberinya hidayah, aamiin.”
Menikahi Perempuan Muslim IndonesiaAwal tahun 2024 Diogo mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi perempuan muslim asal Indonesia bernama Sryang Tera Sarena.
Baginya, Sryang merupakan istri sholehah yang membawa kebahagiaan tersendiri dan senantiasa membimbingnya untuk lebih dalam mengenal dan mempelajari Islam.
“Masya Allah dia (istri) sangat tekun, dan keimanannya berada pada level yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Dia selalu mengajari saya hal-hal tentang agama, baik itu doa baru yang harus saya pelajari, mengajari saya tentang beberapa hal sunah yang harus kita lakukan. Saya bersyukur kepada Rabb kita setiap hari, karena telah menganugerahi saya istri yang berdedikasi dan shalehah, Alhamdulillah,” ujarnya.
Sebelum akhirnya menikah, Diogo dan Sryang menjalani proses taaruf. Saat pernikahan keduanya yang berlangsung di Islamic Centre di Nottingham, Inggris, ayah Diogo turut hadir dan memberikan restu.
Tak hanya itu, sang ayah pun ikut serta membantu menyiapkan dekorasi untuk akad dan resepsi pernikahan. Lengkaplah sudah kebahagiaan Diogo, dan tak henti-hentinya ia memanjatkan syukur kepada Allah Swt.
Ia pun mengungkapkan kebahagiaannya setelah menjadi seorang muslim. Ada perasaan yang luar biasa yang ia rasakan namun sulit untuk diungkapkan.
“Alhamdulillah, saya merasa luar biasa. Sungguh perasaan yang luar biasa mengetahui bahwa Allah, Sang Pencipta langit dan bumi telah memilih saya, makhluk yang sangat kecil dibandingkan dengan ciptaan-Nya yang lain,” tutur pria kelahiran 10 September 1997 itu.
Ia mengaku kini merasa lebih percaya diri sebagai seorang muslim. Ia pun merasa lebih baik sebagai seorang pria, karena Islam menghormati pria maupun wanita.
“Hidup menjadi lebih cerah ketika Anda melihatnya dengan sudut pandang iman, karena Anda merasa tenang mengetahui bahwa Allah Swt akan selalu menjaga orang-orang yang beriman kepada-Nya,” tutup Diogo.
(ori)