langit7-surabaya,- - Populasi muslim sebesar 230 juta jiwa menjadikan Indonesia memiliki potensi untuk pengembangan ekonomi syariah (eksyar). Apalagi ditopang adanya digitalisasi harusnya membuat perkembangan lebih cepat dilakukan.
“Intinya shariah compliance tidak melarang untuk berinovasi,” ungkap Deputi Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti pada Festival Eksyar 2024.
Beberapa indikator menunjukkan bahwa perkembangan eksyar di Indonesia membaik. Misalnya pembiayaan perbankan syariah pada Juli 2024 mencapai Rp597,89T atau tumbuh 11,92% (yoy), capaian nominal tersebut lebih tinggi dibandingkan 2023 yang tercatat Rp569,37T.
Baca juga:
FESyar Regional Jawa 2024 Catatkan Transaksi Produk UMKM Capai Rp4,7 MiliarDi tataran global, eksyar Indonesia berdasarkan laporan dari SGIE Report saat ini berada pada peringkat ke-3 (di bawah Malaysia dan Arab Saudi), meningkat 1 peringkat dibanding tahun sebelumnya. Menyikapi perkembangan ini, Destry mendorong perlunya memacu eksyar melalui sinergi erat dengan KNEKS dan berbagai stakeholders.
Namun hingga kini masih ada tantangan yang dihadapi yakni permasalahan struktural. Walau peningkatan bisa mencapai 12 persen namun secara total share keuangan syariah masih 8 persen.
Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2024 dibuka, Jumat (13/9/2024). Pembukaan dilakukan oleh Deputi Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti didampingi PJ Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Erwin Gunawan Hutapea dan Anggota DPR RI, Indah Kurnia.
Ada banyak kegiatan selama tiga hari digelar hingga Minggu (15/9/2024). Ada seminar, talkshow, business matching dan business coaching pameran UMKM dan produk pesantren serta kuliner Nusantara
(ori)