LANGIT7.ID-, Jakarta- - Maskapai penerbangan Jerman Lufthansa mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka memperpanjang penangguhan penerbangan ke Tel Aviv, Tehran, dan Beirut. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut setelah terjadinya ledakan mematikan di Lebanon pekan ini.
"Penerbangan ke Tel Aviv dan Tehran akan dibatalkan hingga 24 September," kata Lufthansa, dengan alasan "situasi saat ini." Sementara itu, penerbangan ke Beirut akan ditangguhkan hingga 26 Oktober.
Lufthansa menegaskan, "Keselamatan penumpang dan kru kami selalu menjadi prioritas utama." Mereka juga menambahkan bahwa situasi akan dikaji ulang "dalam beberapa hari mendatang." Bagi penumpang yang terkena dampak, mereka dapat melakukan pemesanan ulang secara gratis atau meminta pengembalian dana.
Keputusan ini diambil setelah ratusan pager dan walkie-talkie milik Hezbollah yang didukung Iran meledak di seluruh Lebanon dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Insiden tersebut menewaskan 37 orang dan melukai lebih dari 2.900 orang lainnya.
Grup Lufthansa, yang juga mencakup maskapai SWISS, Austrian Airlines, dan Brussels Airlines, telah berulang kali mengubah jadwal penerbangan mereka dalam beberapa bulan terakhir akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Hal serupa juga dilakukan oleh maskapai penerbangan lainnya.
(lam)