LANGIT7.ID-, Jakarta- -Peristiwa dramatis terjadi saat militer Israel mengumumkan keberhasilan operasi yang menewaskan seorang pejuang Palestina anggota sayap bersenjata Hamas dalam pengepungan di kota Tulkarem, Tepi Barat yang diduduki, Sabtu.
Dalam pernyataan bersama, militer Israel, polisi dan badan keamanan dalam negeri Shin Bet menyebut mereka melakukan "operasi kontraterorisme di Tulkarem untuk melumpuhkan Islam Odeh," yang dituduh merencanakan "serangan teror."
Baca juga:
Untuk informasi terbaru mengenai konflik di timur tengah, kunjungi halaman ini.Detik-detik mencekam terekam saat Odeh "menembakkan tembakan ke arah pasukan keamanan yang mengepungnya dan pasukan membalas tembakan," hingga akhirnya tewas dalam baku tembak tersebut.
"Pasukan menemukan persenjataan, termasuk bahan-bahan yang digunakan untuk membuat bom rakitan, di dalam kendaraannya," ungkap mereka.
Odeh baru-baru ini "ditugaskan memimpin jaringan teroris di Tulkarem dan mulai merencanakan serangan teror tambahan," setelah militan Hamas lainnya, Zahi Oufi, tewas dalam serangan Israel.
Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan duka cita atas kematian "komandan dan pemimpin Batalion Qassam Tulkarem, Islam Jamil Odeh (dari Kamp Tulkarem)" dalam pernyataan resmi.
Seorang jurnalis yang menyaksikan kejadian tersebut melaporkan detik-detik dramatis saat Odeh tertembak di tangga gedung yang dikepung pasukan Israel. Odeh terlihat dari luar melalui lubang-lubang besar akibat ledakan di dinding gedung.
"Allahu Akbar," terdengar teriakan takbir Odeh sebelum tembakan diarahkan ke arahnya.
Kementerian Kesehatan Palestina di Ramallah membenarkan informasi kematian Odeh yang berusia 29 tahun, "ditembak oleh pasukan pendudukan di lingkungan Salam, Tulkarem."
Pejabat Hamas Mahmud Mardawi dalam pernyataannya "berduka atas gugurnya pejuang al-Qassam Islam Odeh, yang tewas setelah bentrok dengan pasukan pendudukan yang mengepungnya selama berjam-jam di sebuah rumah di kamp Tulkarem."
"Kebijakan pembunuhan tidak akan membawa keamanan bagi (Israel), dan tidak akan berhasil mematahkan tekad rakyat kami atau komitmen mereka terhadap perlawanan."
Kekerasan di Tepi Barat meningkat tajam sejak serangan Hamas ke Israel pada Oktober tahun lalu yang memicu perang di Jalur Gaza.
Sejak perang Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, pasukan atau pemukim Israel telah menewaskan setidaknya 744 warga Palestina di Tepi Barat, menurut data kementerian kesehatan Ramallah.
(lam)