LANGIT7.ID-Lamongan; Kota Lamongan tidak hanya terkenal dengan soto dan tahu campurnya saja. Ada satu menu yang bisa dibilang langka dan nggak dijual di tempat lain selain Lamongan.
Nasi Boran atau Sego Boranan masyarakat setempat menyebutnya, merupakan makanan warga Lamongan yang paling digemari, bahkan sampai keluar kota. Pengamatan tim Langit7 saat berkunjung terlihat setiap malam di sepanjang jalan raya Lamongan - Surabaya selalu ramai pembeli dan berjejer mobil plat luar kota hanya untuk menikmati Nasi Boran.
Nama boran berasal dari tempat nasi yang terbuat dari anyaman bambu yang digendong dengan selendang oleh penjual. Awalnya boran dipakai oleh kaum perempuan untuk mengirim nasi dan lauk ke sawah, lantas dipakai untuk berjualan sehingga dijuluki nasi boran.
Baca juga:
Mie Aceh Masuk 100 Mie Terlezat di Dunia Versi Taste AtlaSeporsi nasi boran berisikan nasi putih, urap-urap, tahu dan tempe bumbu merah yang pedas, empuk (tepung terigu dibumbui dan digoreng seperti bakwan) serta rempeyek. Untuk lauknya bisa berupa ayam goreng, telor atau sekarang juga tersedia bermacam sate seperti sate telor puyuh, sate usus dan lain-lain.
Di masa lalu nasi boran identik dengan Ikan Sili yang saat ini terbilang sudah langka. Ikan Sili sejenis ikan hias yang bentuknya kecil panjang mirip belut. Karena musiman, maka ikan ini menjadi langka dan jika ada, harganya lebih mahal daripada ayam. Meski mahal harganya, tetap diminati karena sudah menjadi ciri khas sebagai lauk nasi boran.
Dahulu, nasi boranan dijual secara keliling oleh warga Desa Sumberejo, lalu kemudian mereka memilih untuk mangkal di satu tempat. Alasan nasi boran hanya dijual di Lamongan saja karena karakter warga Desa Sumberejo yang enggan untuk merantau, berbeda dengan warga desa Pucuk dan sekitarnya yang berprofesi jualan soto dan merantau kemana-mana.
Kini Anda bisa menemui di kota Lamongan di pinggir sepanjang jalan raya Lamongan -Surabaya yang setiap malamnya selalu ramai penjual nasi boranan. Pembeli menikmati malam atau melepas lelah setelah berpergian jauh dengan duduk lesehan sambil menikmati sepincuk nasi yang pedas dan lezat.(*)
(lam)