LANGIT7.ID, Makassar - Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) didorong untuk siap menghadapi tantangan era
society 5.0. Pada saat yang sama, mahasiswa PTKI juga dituntut menjadi agen sekaligus teladan dalam praktik keagamaan yang moderat.
Hal ini disampaikan Wakil Menteri Agama
Zainut Tauhid Sa'adi saat memberikan pembekalan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang akan menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN). "Kita harus mengatisipasi adanya persaingan antara manusia dan teknologi pada era revolusi industri 4.0 dan
society 5.0," ujarnya di
Makassar, Kamis (16/9/2021).
Baca Juga: Kampung Majapahit Bejijong Jatim Masuk 50 Besar ADWI 2021"Para mahasiswa harus memiliki beberapa soft skill agar tidak kehilangan kesempatan untuk berada di lapangan pekerjaan yang sangat kompetitif," ungkapnya.
Zainut menjelaskan, era
society 5.0 adalah masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era revolusi industry 4.0, seperti
internet on things,
artificial intelligence,
big data dan perangkat mesin digital lain untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Karena itu, dia mendorong mahasiswa dan kampus PTKI untuk terus melakukan akselerasi pemahaman dan penguasaan terhadap teknologi.
Apalagi, kata dia, Indonesia mulai mendapatkan bonus demografi berupa jumlah usia produktif yang meningkat signifikan. Data Badan Pusat Statistik (2018) menunjukkan jumlah usia produktif Indonesia pada 2025 mencapai 67,3 persen dari total penduduk 255,5 juta jiwa.
Baca Juga: Menteri BUMN Sebut Bakauheni Harbour City sebagai Jantung Baru Pertumbuhan EkonomiTren tersebut akan memuncak pada 2030, jumlah penduduk usia produktif naik menjadi 68,1 persen dari total 296,4 juta jiwa. Sementara, revolusi industri diperkirakan menghilangkan 800 juta lapangan kerja di seluruh dunia pada 2030, karena digantikan oleh mesin.
"Mahasiswa harus melakukan akselerasi pemahaman dan penguasaan terhadap teknologi. Kemampuan abad 21 menghendaki kita untuk memiliki wawasan literasi digital yang baik dan canggih," katanya.
Menurutnya, angka kenaikan 68,1 persen tersebut menjadi tantangan dunia, termasuk Indonesia sebagai negara dengan angkatan kerja dan angka pengangguran yang cukup tinggi. "Keniscayaan Revolusi Industri 4.0 dan
society 5.0 benar-benar kita rasakan lebih cepat dan membutuhkan proses adaptasi yang juga cepat," ungkapnya.
Baca Juga:
Bacaan Shalat Maghrib sesuai Sunnah, Dikerjakan 3 Rakaat
Meski Negara Minoritas Muslim, Singapura Miliki Madrasah yang Cetak Banyak Ulama(asf)