Kolom Ekonomi Syariah: Money Politic dan Ekonomi Syariah
tim langit 7Senin, 13 Januari 2025 - 04:30 WIB
Prof.Dr.Bambang Setiaji
LANGIT7.ID-Salah satu prinsip ekonomi syariah terpenting adalah kejujuran. Kejujuran sangat dijunjung tinggi dalam Islam dan dalam lima kepemimpinan yang pertama. Kejujuran melahirkan trust baik sesama penyelenggara negara atau organisasi publik, dan trust dari rakyat atau umat. Trust atau kepercayaan ini sangat merosot di dunia Islam dewasa ini, dalam hal kejujuran ekonomi Barat dan negara pengikut Barat sperti Jepang, Taiwan, dan Korea jauh lebih unggul.
Salah satu yang mengganjal terbentuk nya trust adalah money politic yang sudah menjadi rahasia umum, bahkan sudah bukan rahasisa lagi karena diberikan dengan terang benderang. Politik uang menggeroti trust dari rakyat kepada para wakil rakyat dan pemimpinnya. Dengan diterimanya secara umum politik uang maka pemberantasan korupsi menjadi ironi. Untuk apa memberantas korupsi jika untuk mencapai posisi kepemimpinan sudah menggunakan politik uang yang tidak lain juga bentuk daripada suap.
Keberterimaan terhadap politik uang tentu melahirkan budaya yang tidak berses. Maka dari itu usulan akan diubahnya Pemilu langsung di daerah menjadi Pemilu tidak langsung sangat baik ditinjau dari aspek kebersihan kepemimpinan.
Dalam sejarah Islam terutama pada generasi awal, dan generasi pasang surut di bekakangnya terdapat hasanah pemerintahan yang bersih kehidupan para pemimpin yang sederhana dan mengutamakan rakyat banyak. Politik uang yang merebak dalam berbagai Pemilu di Indonesia tentu dapat dikaitkan dengan berjatuhannya para pemimpin yang terkena jaring anti korupsi.
Politik uang merusak demokrasi, membudayakan korupsi, mengabaikan kepentingan publik, mengurangi kualitas kepemimpinan, hanya karena punya uang, melemahkan kepercayaan kepada pemilu, dan tentunya dalam jangka panjang merusak sendi sendi bangsa. Akankah kita rela melanggengkan politik uang yang sudah kita ketahui bersama keberadaannya dan mengorbankan kepentingan yang lebih besar dan lebih mengakar dalam membentuk bangsa yang maju?.(*Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah)
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”