LANGIT7.ID, Jakarta - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) siap menerapkan fasilitas dan akomodasi yang sudah tersertifikasi
Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainibility (CHSE).
Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina dalam keteranngannya menyampaikan Labuan Bajo memiliki 11 hotel bintang 3 hingga bintang 5 dengan total kapasitas kamar sebanyak 848 kamar. Jumlah ini ditargetkan bertambah hingga 1.500 kamar pada 2022 mendatang.
"Penerapan CHSE mutlak dibutuhkan untuk mendukung persiapan pembukaan tempat wisata dan menerima tamu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 tahun 2022 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/9).
Tidak hanya hotel dan akomodasi, Labuan Bajo juga memiliki 261 tour operator/ agen wisata dari 5 asosiasi kapal yang secara legal terdaftar juga diintegrasikan dalam satu sistem registrasi
online.
BPOLBF juga akan terus gencar melakukan penerapan CHSE di lingkungan perkantoran, instansi pemerintahan, serta industri pariwisata yang utamanya akan melayani tamu.
Baca juga:
Sandiaga Targetkan 4.000 Pelaku Parekraf di DSP Labuan Bajo Dapat VaksinasiShana mengatakan, koordinasi dilakukan untuk menjamin keamanan wisatawan dengan terus mendatangkan vaksin ke Labuan Bajo dan menargetkan 100 persen vaksinasi bagi warga Manggarai Barat.
Sejauh ini target vaksin di Manggarai Barat sendiri sudah mencapai 56,68 persen dari total target vaksin 250 ribu penduduk Manggarai Barat.
Seperti diberitakan kegiatan sampingan KTT G-20 akan difokuskan di Labuan Bajo. Artinya, akan banyak tamu dari luar negeri yang datang untuk menghadiri konferensi sekaligus agenda lain guna mendukung acara sampingan.
Sehingga, BPOLBF harus menyiapkan skema travel buble untuk mengatur jalur lintas para pengunjung selama penyelenggaraan berlangsung.
Dia menyebut dukungan kesiapan aspek Amenitas, Atraksi, Aksesibilitas (3A) Labuan Bajo sebagai side event (acara sampingan) penyelenggaraan G-20 dimulai dari akomodasi berstandar internasional dan akomodasi lainnya yang sudah tersertifikasi CHSE, akses laut dan udara, kesiapan jaringan komunikasi 4G hingga 5G, transportasi publik ramah lingkungan, ketersediaan peta perjalanan, dan paket wisata.
Kegiatan sampingan penyelenggaraan G-20 akan terfokus di Labuan Bajo, dengan melibatkan beberapa titik destinasi wisata guna mendukung acara sampingan tersebut.
(sof)