LANGIT7.ID-Jakarta; Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil benar benar dibuat tidak tenang. Posisinya kini dikait kaitkan dengan kasus dugaan korupsi yang terjadi di Bank Jabar dan Banten(BJB). Sontak meledaknya kasus korupsi ini membuat popularitas Ridwan Kamil meredup, bahkan sulit mendeteksi di mana keberadaan dia sekarang.
Dari hasil pengungkapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus korupsi di BJB ini, KPK berhasil menyita aset senilai Rp70 miliar dalam operasi penggeledahan selama tiga hari terkait kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tbk. Operasi ini mencakup 12 lokasi, termasuk kediaman mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang kini menjadi sorotan publik.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Penyidikan KPK, Budi Sokmo Wibowo, mengungkapkan bahwa penyitaan tersebut meliputi uang dalam bentuk deposito, dokumen penting, serta sejumlah kendaraan. "Total uang yang disita mencapai Rp70 miliar, sebagian besar dalam bentuk deposito. Selain itu, kami juga menyita beberapa kendaraan roda dua dan roda empat," jelas Budi dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (13/3/2025).
Menariknya, operasi ini tidak hanya fokus pada satu lokasi, melainkan tersebar di 12 tempat berbeda. Tim penyidik juga menemukan dokumen dan catatan yang diduga terkait pengeluaran dana di luar anggaran resmi. Meski demikian, Budi memilih untuk tidak merinci barang-barang yang disita di setiap lokasi, termasuk di rumah Ridwan Kamil.
"Kami tidak bisa memberikan detail spesifik untuk setiap lokasi saat ini. Informasi lebih lengkap akan kami sampaikan dalam rilis berikutnya," ujar Budi.
Keterlibatan Ridwan Kamil dalam kasus ini masih menjadi pertanyaan besar. Sebagai mantan Gubernur Jawa Barat yang populer, namanya muncul dalam operasi KPK ini menimbulkan spekulasi publik. Namun, hingga saat ini, KPK belum memberikan klarifikasi resmi mengenai tingkat keterlibatannya.
Kasus ini menambah daftar panjang upaya KPK dalam memberantas korupsi di sektor perbankan. Pengadaan iklan di BJB diduga menjadi celah bagi praktik korupsi yang melibatkan sejumlah pihak. KPK berjanji akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap kebenaran secara transparan(*/saf).
(lam)